Orang gemuk lebih tahan dingin, mitos atau fakta?

id dingin,gemuk,lemak,Orang gemuk lebih tahan dingin, mitos atau fakta?

Orang gemuk lebih tahan dingin, mitos atau fakta?

Ilustrasi kedinginan. (Shutterstock)

Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Lemak adalah sumber energi yang dipakai tubuh untuk menghangatkan tubuh, maka orang yang banyak lemak akan lebih tahan dingin. Hubungan ini pun telah dibuktikan dalam beberapa penelitian.

Salah satunya adalah penelitian pada perenang yang dilakukan tahun 2006. Penelitian tersebut membuktikan bahwa perenang dengan indeks massa tubuh yang besar atau mempunyai berat badan lebih besar memiliki risiko terkena hipotermia yang lebih rendah.

Tapi sebenarnya, manusia memiliki dua jenis lemak dalam tubuhnya, yaitu:

Lemak putih 
Merupakan cadangan lemak dalam tubuh yang dapat memberikan energi tambahan bagi tubuh. Kadar lemak putih yang tinggi biasanya ditemukan pada orang yang obesitas. Jenis lemak ini juga dapat meningkatkan risiko diabetes mellitus tipe 2 dan penyakit lainnya.

Lemak cokelat
Merupakan lemak yang disimpan dalam tubuh untuk dibakar menjadi energi menghasilkan panas tubuh, sehingga bisa membantu dalam mengontrol suhu tubuh. Lemak jenis inilah yang berperan dalam menghangatkan tubuh saat Anda merasa kedinginan. Namun, jumlah lemak cokelat akan menurun seiring dengan pertambahan usia Anda.

Juga perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya orang gemuk memiliki jumlah lemak cokelat yang lebih sedikit daripada orang dengan berat badan normal. Jadi, orang gemuk belum tentu lebih tahan dingin. Namun terkadang, lemak putih juga dapat berfungsi seperti lemak cokelat dalam merespon suhu dingin.

sumber:hellosehat