
Potensi pertambangan di Kotim belum optimal dimanfaatkan, kata Anggota DPRD

Sampit (Antaranews Kalteng) - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Dani Rakhman menilai potensi pertambangan di daerah itu belum optimal dimanfaatkan.
"Potensi itu ada, namun sayangnya belum dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah. Padahal jika dimanfaatkan dipastikan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," kata Dani di Sampit, Selasa.
Dikatakannya, salah satu potensi pertambangan yang cukup besar di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini adalah batu bara dan bijih besi.
Kedua pertambangan tersebut sebelumnya sempat beroperasi, namun akibat adanya kebijakan pemerintah pusat yang melarang hasil tambang diekspor dalam bentuk setengah jadi.
"Operasional tambang tersebut terutama bijih besi dihentikan. Saya mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan kembali pertambangan tersebut sebagai masukan PAD," kata Dani.
Dia menyebut, untuk hasil tambang biji besi tidak harus diekspor, namun ada peluang untuk dikirim dalam negeri yang selanjutnya di olah menjadi hasil tambang siap ekspor. Peluang itulah yang harus dimanfaatkan pemerintah daerah ke depannya.
Legislator Kotim itu berharap pada 2019 nanti pemerintah daerah dapat memanfaatkan peluang tersebut. Hasil tambang biji besi bisa dikirim ke Kalimantan Barat (Kalbar) atau Batam.
"Sayang jika potensi yang ada tersebut tidak dimanfaatkan. Kita DPRD akan mendukung kebijakan pemerintah daerah, selama itu untuk kepentingan kemajuan daerah dan masyarakat," ucapnya.
Pemanfaatkan pertambangan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian dan pembangunan daerah.
"Asalkan sesuai aturan dan perundangan yang berlaku, saya yakin potensi pertambangan yang ada di daerah pasti bisa dimanfaatkan," demikian Dani
Pewarta : Untung Setiawan
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
