Bupati Kapuas angkat bicara terkait isu dugaan OTT KPK terhadap dirinya

id Bupati Kapuas angkat bicara terkait dugaan OTT KPK terhadap dirinya,Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat

Bupati Kapuas Ben Brahim (kanan) beserta istri saat menghadiri acara syukuran yang digelar masyarakat di Desa Terusan Karya Kecamatan Bataguh. (Ist)

"Saya menyampaikan klarifikasi bahwa semuanya itu tidak benar, dan saya tegaskan isu tersebut hanya kabar bohong,"
Palangka Raya (ANTARA) - Bupati Kapuas Kalimantan Tengah Ben Brahim S Bahat angkat bicara mengenai isu dirinya terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  di daerah itu.

"Saya menyampaikan klarifikasi bahwa semuanya itu tidak benar, dan saya tegaskan isu tersebut hanya kabar bohong," kata Ben Brahim melalui press release yang diterima Antara di Palangka Raya Senin.

Ben mengatakan, bahwa awalnya memang ada rencana kegiatan pelantikan di jajaran Pemkab Kapuas. Namun berhubung ada panggilan rapat dari Pemprov Kalteng secara mendesak dan tidak dapat diwakilkan, maka pihaknya bersama sejumlah kepala daerah lainnya langsung berangkat ke Kota Palangka Raya.

Orang nomor satu di Kabupaten Kapuas ini menjelaskan, bahwa rapat yang harus di hadiri di Palangka Raya saat itu yakni, rapat terkait pengamanan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019.

"Saya juga sempat kaget mendengar isu yang beredar menerpa saya. Dan saya tegaskan kembali bahwa permasalahan tersebut tidak benar adanya. Terkait rencana kegiatan pelantikan di jajaran Pemkab Kapuas, maka terpaksa ditunda dulu, dan akan dijadwalkan ulang kembali," tandas Ben Brahim.

Baca juga: Usai hadiri rapat paripurna, Wabup dan Ketua DPRD Kapuas tiba-tiba dijemput polisi

Baca juga: Ini pernyataan Polda Kalteng terkait OTT Bupati Kapuas


Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan menegaskan, informasi yang beredar terkait adanya dugaan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Kapuas Ben Brahim S bahat beserta istri serta salah seorang anggota DPRD, sama sekali tidak benar.

Informasi mengenai adanya dugaan OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kepolisian di Kabupaten Kapuas merupakan kabar bohong, kata Hendra saat dikonfirmasi sejumlah wartawan melalui pesan singkat di Palangka Raya, Senin.

"Tidak benar dan tidak ada kaitannya dengan kepolisian dan KPK. Tolong informasi ini disampaikan ke teman-teman yang lainnya ya," tambah dia.

Mengenai adanya Bupati Kapuas Ben Ibrahim, Kabid Humas itu membenarkan. Hanya, memastikan keberadaan Ben Brahim di Palangka Raya karena mengikuti kegiatan.

"Beliau memang ada kegiatan di Palangka Raya, tapi tidak ada kaitannya sama sekali dengan hal tersebut," singkat Hendra.

Pewarta :
Uploader : Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar