Pendukung Persija diusir polisi, ini penyebabnya

id Persija,Polisi usir pendukung persija, suporter persija,persija vs psis

Pendukung Persija diusir polisi, ini penyebabnya

Petugas kepolisian memeriksa barang bawaan penonton di Stadion Patriot Chandrabagha Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/9/2019). Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas selama pertandingan Persija kontra PSIS Semarang. (ANTARA/Andi Firdaus)

Jakarta (ANTARA) - Polisi mengusir pulang oknum pendukung Persija Jakarta maupun PSIS Semarang yang datang ke Stadion Patriot Chandrabagha Kota Bekasi, Minggu sore, tanpa membawa tiket.
 
"Kita usir mereka (oknum pendukung) yang gak bertiket. Saya suruh nonton di rumah saja," kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto, saat melakukan inspeksi ke stadion.
 
Instruksi itu disampaikan Indarto kepada personel jaga di empat gerbang masuk stadion yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.
 
Larangan masuk bagi pendukung tanpa tiket dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan Kamtibmas di sekitar stadion, sebab kerap kali kericuhan dipicu aksi pendukung tanpa tiket yang memaksa masuk.
 
Dikatakan Indarto tidak kurang dari 2.900 personel polisi dari Mapolrestro Bekasi Kota dan bantuan dari Polda Metro Jaya disiagakan di lokasi.

Indarto menegaskan, tidak akan ada dispensasi masuk ke stadion bagi pendukung yang tak bertiket, termasuk pada menit akhir pertandingan.
 
Petugas dengan cermat memeriksa satu per satu barang bawaan pendukung yang tiba di pintu masuk stadion. Termasuk kepemilikan tiket.
 
Salah satu pendukung berbaju The Jak Mania, Rayhan (19), mengaku tidak membawa tiket karena kehabisan.
 
"Saya kira masih tersedia di loket dekat stadion, gak taunya udah abis. Kalau teman saya sih bisa masuk, saya aja yang disuruh pulang," katanya.
 
Namun warga asal Kabupaten Bekasi itu memilih untuk menyaksikan jalannya laga Persija kontra PSIS Semarang melalui layar ponsel di sekitar landmark Kota Bekasi Jalan Ahmad Yani.

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar