Seorang sopir sengaja ceburkan bus ke danau setelah kedapatan mabuk

id Seorang sopir sengaja ceburkan bus ke danau setelah kedapatan mabuk, Zhang,Seorang sopir bus, Provinsi Guizhou,sopir mabuk

Seorang sopir sengaja ceburkan bus ke danau setelah kedapatan mabuk

Petugas penyelamatan sedang berusaha mengevakuasi para penumpang bus yang tercebur di Danau Hongshan, Kota Anshun, Provinsi Guizhou, China, pada Selasa (7/7/2020). Kecelakaan bus tersebut menyebabkan 21 orang, termasuk sopir, tewas dan 16 penumpang lainnya luka-luka. (ANTARA/HO-CCTV/mii)

Jakarta (ANTARA) - Seorang sopir bus, yang menyebabkan 20 penumpangnya tewas dan 16 lainnya luka-luka setelah bus yang dikemudikannya masuk danau di Provinsi Guizhou, China, pada Selasa (7/7), kedapatan dalam kondisi mabuk.

Hasil investigasi pihak berwenang menemukan petunjuk bahwa sopir bermarga Zhang, yang juga tewas dalam insiden itu, sedang depresi akibat rumah tangganya berantakan sehingga dengan sengaja menabrakkan bus yang ia kemudikan ke pagar pembatas hingga masuk danau di Kota Anshun.

Kecelakaan itu murni karena kesengajaan pengemudi berusia 52 tahun tersebut untuk melampiaskan kekecewaannya, setelah rumah yang ia tinggali dari perusahaan tempat kerja sebelumnya dibongkar, menurut rilis Kepolisian Kota Anshun, Minggu (12/7).

Baca juga: Anak sopir ambulans COVID-19 diberi kuota sekolah negeri

Menurut penyidik, rumah sopir itu termasuk dalam proyek renovasi pemerintah kota setempat. Pada Juni, Zhang menandatangani perjanjian untuk tidak mengajukan tuntutan sehingga berhak atas kompensasi senilai 72.000 yuan (Rp148,7 juta). Dia kemudian mengajukan sewa rumah bersubsidi, namun ditolak.

Zhang, yang bercerai pada 2016, pernah menghubungi saluran pelayanan pemerintah kota itu untuk menyampaikan ketidakpuasannya atas kompensasi tersebut.

Pada Selasa pagi, dia meminta seorang rekannya bertugas bersamanya. Dia membawa sebotol baijiu atau arak putih dan menuangkan minuman beralkohol jenis liquor ke dalam botol minuman ringan ke tempat kerja, kata kepolisian.

Selasa pukul 11.39 waktu setempat (10.39 WIB), Zhang menghubungi teman kencannya untuk menceritakan kehidupannya yang kacau. Pukul 12.09, dia menenggak baijiu saat bus berhenti di halte untuk menurunkan dan menaikkan penumpang.

Baca juga: Seorang sopir truk pembawa cangkang kelapa sawit tewas usai tabrak jembatan

Pada pukul 12.12, saat melintasi Danau Hongshan, Zhang menjalankan busnya dengan pelan sebelum tancap gas menyeberangi lima lajur dan menerjang pagar pembatas hingga tercebur ke danau, menurut laporan polisi yang dikutip media setempat.

Kepolisian Kota Anshun mengungkapkan bahwa Zhang turut tenggelam akibat kecelakaan tersebut dan, saat diautopsi, di dalam darahnya ditemukan kandungan etanol 64,46 per 100 miligram. Tidak ada orang lain yang disebutkan mengganggu pengemudi.

Polisi menduga Zhang melakukan kejahatan serius yang dapat mengancam keamanan masyarakat dengan cara-cara yang membahayakan nyawa orang lain.

Kecelakaan bus, yang banyak mengangkut para siswa sekolah itu, terjadi pada hari pertama gaokao atau ujian nasional di China.

Dari 37 penumpang yang berada di bus, sebanyak 12 di antaranya adalah pelajar. Lima dari pelajar tersebut tewas dalam insiden itu. 

Baca juga: Diduga Corona, sopir angkutan elpiji meninggal mendadak

Baca juga: Ancam sopir tangki BBM pakai parang, residivis ini diringkus polisi Bartim

Baca juga: Suka duka relawan COVID-19, perempuan satu-satunya yang jadi supir ambulans

Pewarta :
Uploader : Admin Kalteng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar