Pasar tradisional jadi 'tulang punggung' ekonomi warga

id dprd palangka raya, komisi III dprd, tantawi jauhari, apsar tradisional, palangkaraya

Pasar tradisional jadi 'tulang punggung' ekonomi warga

Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Tantawi Jauhari. (ANTARA/Rajib Rizali)

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah Tantawi Jauhari mengatakan keberadaan pasar tradisional sebagai 'tulang punggung' perputaran perekonomian warga.

"Perlu adanya sentuhan dan perhatian dari pemerintah kota dalam memperbaiki dan menata, agar pasar tradisional lebih optimal untuk mendukung aktivitas warga," katanya di Palangka Raya, Kamis.

Dia menilai, situasi pasar yang belum tertata dengan baik membuat aktivitas jual beli kurang optimal, baik bagi pedagang maupun pembeli.

Hal ini dikhawatirkan membuat warga lebih memilih berbelanja di toko ritel sehingga lambat laun pasar tradisional akan kehilangan nyawanya.

"Kalau semua orang lebih memilih berbelanja di toko ritel atau supermarket, kan tentunya pasar jadi sepi. Bagaimana nasib para pedagang nantinya," ucapnya.


Baca juga: DPRD Palangka Raya minta pemerintah perhatikan perajin agar menembus pasar nasional

Tantawi juga menilai, pembenahan tidak cukup hanya membangun ulang fisik pasar, namun juga harus mencakup aspek kebersihan, kenyamanan, dan pengelolaan lingkungan sekitarnya.

Namun dalam mewujudkan hal tersebut, para pedagang yang ada di pasar tradisional juga harus dapat terlibat, sehingga kolaborasi kuat mampu menciptakan suasana pasar yang nyaman.

“Fasilitas pasar seperti saluran air, tempat pembuangan sampah, dan area parkir ditata ulang dengan lebih baik. Infrastruktur yang memadai akan sangat membantu menciptakan lingkungan pasar yang layak dan aman,” ujarnya.

Tantawi berharap upaya penataan tersebut masuk dalam program prioritas Pemerintah Kota Palangka Raya, agar tak menunggu kondisi memburuk baru ditindaklanjuti.

Dengan lingkungan pasar yang tertata, lanjut dia, aktivitas ekonomi akan lebih lancar, pedagang merasa nyaman, dan masyarakat pun lebih antusias untuk berbelanja.

“Jangan tunggu sampai kondisi makin parah baru diperbaiki. Penataan pasar harus menjadi perhatian utama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” demikian Tantawi.


Baca juga: DPRD Palangka Raya apresiasi kelulusan SD dan SMP mencapai 100 persen

Baca juga: Ketua DPRD Kalsel apresiasi layanan kelistrikan PLN Kalselteng

Baca juga: Babinsa Kamipang ajak warga jaga lingkungan


Pewarta :
Editor : Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.