Logo Header Antaranews Kalteng

Kecamatan di Kotim dirikan tenda awasi TPS liar

Sabtu, 28 Juni 2025 19:07 WIB
Image Print
Pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang mendirikan tenda untuk menjaga lokasi yang sering dijadikan TPS liar oleh warga, Sampit, Jumat (27/6/2025). (ANTARA/HO-Camat MBK)

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mendirikan tenda untuk mengawasi lokasi yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah (TPS) liar.

“Awal permasalahannya karena oknum warga sering menumpuk sampah di lokasi itu, padahal lokasi itu bukan untuk tempat membuang sampah, sehingga kami bersama warga sekitar berinisiatif melakukan penjagaan di lokasi itu,” kata Camat Mentawa Baru Ketapang Irpansyah di Sampit, Sabtu.

Ia menyebutkan, penjagaan di Jalan Dewi Sartika itu sudah berlangsung sejak Senin (23/6). Pihaknya menugaskan dua hingga tiga warga untuk berjaga secara bergantian pada siang dan malam hari.

Lokasi itu memang tergolong sepi dan agak jauh dari pemukiman warga, serta sisi kiri dan kanan jalan ditumbuhi semak belukar. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi oknum warga yang nakal untuk membuang sampah di lokasi tersebut.

Sebelumnya, pihaknya bersama warga setempat sebenarnya sudah memasang spanduk imbauan agar tidak ada lagi yang membuang sampah di lokasi itu, namun tidak mempan. Spanduk tersebut seolah hanya menjadi pajangan, sedangkan di bawahnya terdapat tumpukan sampah.

Menurut dugaan pihaknya, oknum yang membuang sampah di lokasi itu sebenarnya masih warga Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, tetapi bukan warga di sekitar Jalan Dewi Sartika.

Warga sekitar yang setiap hari melintasi jalan itu pun mengaku kesal dengan tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap dan merusak pemandangan tersebut.

“Kebanyakan sampah yang dibuang itu merupakan sampah rumah tangga, bahkan ada warga yang mengaku melihat kalau oknum yang membuang sampah itu menggunakan pick up, tetapi kami tidak sempat menangkapnya,” bebernya.


Baca juga: Gema Muharram di Kotim tumbuhkan kecintaan anak pada Islam

Menurutnya, hal ini terjadi karena sebagian oknum warga merasa kerepotan atau malas jika harus mengantar sampah itu langsung ke depo. Terlebih jumlah depo di Sampit terbilang sedikit dan wilayah barat memang terbilang jauh dari depo sampah.

Belum lagi ada aturan jam buang sampah ke depo, yakni warga hanya boleh membuang sampah ke depo mulai pukul 12 siang hingga pukul 5 sore, yang dinilai tidak efektif sebab sebagian warga mungkin baru memiliki waktu luang diluar jam tersebut. Walaupun, tindakan oknum warga yang membuang sampah sembarangan tetap tidak bisa dibenarkan.

Kendati demikian, warga yang membuang sampah sembarangan itu hanya segelintir saja. Karena berdasarkan pengamatan pihaknya kesadaran warga di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang untuk membuang sampah sudah cukup baik.

“Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya itu sudah cukup baik, hanya sebagian kecil saja yang nakal. Karena sebagian besar warga kami berlangganan petugas pengumpul sampah yang menggunakan tosa, dimana per harinya sampah yang dihasilkan 80-100 ton, artinya kesadaran masyarakat cukup bagus,” ucapnya.

Ia melanjutkan, selain Jalan Dewi Sartika ada beberapa ruas jalan lain yang kondisinya serupa, yakni di Jalan Pelita barat dan Jalan MT Haryono barat. Beberapa pemerintah kecamatan bersama warga melakukan gotong royong untuk membersihkan lokasi tersebut, namun tumpukan sampah itu terus muncul lagi.

Pihaknya pun berharap untuk bisa menangkap salah satu oknum yang sering membuang sampah sembarangan dan memberikan hukum adat sesuai aturan yang berlaku di wilayah kecamatan tersebut guna memberikan efek jera.

Adapun, selama hampir sepekan dilakukan penjagaan ia menyebutkan volume sampai di Jalan Dewi Sartika memang jauh berkurang. Akan tetapi, pihaknya belum mendapati atau menangkap oknum yang biasanya membuang sampah di lokasi itu.

“Seperti kucing-kucingan. Ketika dijaga tidak ada yang membuang, ketika tidak dijaga ada lagi yang membuang. Kami juga mengimbau masyarakat untuk melapor ke kami kalau melihat ada yang membuang sampah sembarangan seperti itu supaya bisa segera ditindak,” demikian Irfansyah.


Baca juga: Pendaftaran calon ketua KONI Kotim dibuka

Baca juga: Legislator Kotim dukung Ansor tingkatkan peran bantu masyarakat

Baca juga: Wabup sebut Kementerian PU pastikan kelayakan Sekolah Perintis di Kotim



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026