Legislator Kotim dukung SPPG untuk perluasan cakupan MBG

id DPRD Kotim, kalteng, Sampit, kotim, Kotawaringin Timur, rambat, sppg, gizi, sunting, kesehatan,Pelayanan Pemenuhan Gizi

Legislator Kotim dukung SPPG untuk perluasan cakupan MBG

Anggota DPRD Dapil II Kotim Rambat saat menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan SPPG Polres Kotim, Senin (7/7/2025). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Rambat menyambut baik pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kotim karena dapat memperluas cakupan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami berterima kasih dengan adanya pembangunan SPPG Polres Kotim ini, karena secara otomatis masyarakat bisa terbantu, terutama anak-anak sekolah yang bisa ikut merasakan program MBG,” kata Anggota DPRD Kotim Rambat di Sampit, Senin.

Hal ini ia sampaikan usai menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan SPPG Polres Kotim yang berlokasi di Jalan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang.

Anggota DPRD Kotim Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Baamang dan Seranau ini, menyampaikan sebagai salah satu kecamatan di dalam kota para pelajar di Kecamatan Baamang sudah lama menantikan bisa ikut merasakan program MBG.

Diketahui, sejak peluncuran program MBG di Kotim pada 24 Februari 2025 lalu baru segelintir sekolah yang mendapatkan program tersebut dan semua sekolah itu terpusat di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang saja.

Hal itu lantaran baru ada satu dapur umum yang menangani program MBG di Kotim dan wilayah jangkauan dapur umum tersebut maksimal hanya radius 6 kilometer.

Maka dari itu, pihaknya sangat mendukung pembangunan SPPG Polres Kotim di Kecamatan Baamang agar pelajar di wilayah setempat juga dapat merasakan program MBG yang diharapkan dapat membantu mengatasi malnutrisi hingga stunting.

Baca juga: Pemkab Kotim usulkan revitalisasi Taman Kota Sampit pada perubahan APBD

“Apalagi keterangan dari Polres tadi SPPG ini mencakup 22 sekolah artinya cukup banyak pelajar yang bisa merasakan manfaat program ini. Mudah-mudahan pembangunan SPPG ini berjalan lancar dan dapat segera operasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyampaikan pembangunan SPPG ini dalam rangka mendukung program MBG dan Sekolah Rakyat (SR) yang berada tak jauh dari lokasi pembangunan.

“Pembangunan SPPG Polres Kotim yang akan kami laksanakan secara berkesinambungan dan target kami dalam tiga bulan ke depan sudah mulai melaksanakan kegiatan,” sebutnya.

Ia melanjutkan, sama halnya dengan dapur umum pada program MBG, keberadaan SPPG ini berfungsi sebagai tempat pengolahan bahan makanan hingga distribusi. SPPG ini diperkirakan mampu mengakomodir 22 sekolah dengan waktu tempuh tidak lebih dari 30 menit.

Untuk jumlah siswa yang dapat diakomodir diperkirakan mencapai 2.700 anak, namun jumlah ini akan disesuaikan dengan jumlah lansia maupun wanita hamil dan menyusui yang ada di wilayah setempat.

Ia pun berharap proses pembangunan berjalan lancar dan dapat selesai sesuai target, sehingga masyarakat pun dapat segera merasakan manfaat dari adanya SPPG tersebut.

“Selanjutnya SPPG ini akan kami serahkan kepada Yayasan Kemala Bhayangkari sebagai pengawas dan pengampu kegiatan, mulai dari kegiatan administrasi sampai pelaksanaan dilakukan oleh yayasan tersebut,” demikian Resky.

Baca juga: DPMD Kotim sesalkan tiga mantan aparatur desa terjerat kasus korupsi

Baca juga: Pemkab Kotim berhasil pertahankan aset Pasar Bina Karya

Baca juga: Pemkab Kotim berjuang hindari sanksi berat terkait pengelolaan sampah


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.