BPBD sebut hujan bantu Sampit aman dari karhutla

id BPBD Kotim, kalteng, Sampit, kotim, Kotawaringin Timur, multazam, karhutla, kebakaran lahan

BPBD sebut hujan bantu Sampit aman dari karhutla

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam menjelaskan terkait pengaruh hujan terhadap potensi karhutla, Jumat (15/8/2025). ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyebut hujan yang mengguyur wilayah Kota Sampit dalam beberapa hari terakhir cukup membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setidaknya hingga 10 hari ke depan.

“Hujan yang terjadi beberapa hari terakhir, khususnya di wilayah Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang tentu sangat membantu mengurangi potensi karhutla. Setidaknya satgas penanggulangan karhutla bisa tentang 10-15 hari kedepan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Jumat.

Ia menjelaskan, sebelumnya Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga bencana karhutla selama 90 hari, dimulai pada 1 Agustus hingga 29 Oktober 2025, menyusul peningkatan karhutla selama musim kemarau.

Sejak pertengahan Juni 2025, secara bertahap Kotim mulai diliputi musim kemarau dan hal ini diikuti dengan terjadinya kekeringan. Jumlah hot spot atau titik panas yang terdeteksi meningkat dan terjadi beberapa kali karhutla di sejumlah titik.

Bahkan, informasi yang pihaknya terima titik muka air tanah sempat turun drastis, yakni minus 40-100 sentimeter. Kondisi ini berarti lahan menjadi sangat kering dan berisiko tinggi terhadap karhutla, terutama pada lahan gambut.

Baca juga: Bupati Kotim: Penanganan banjir dalam kota perlu kerjasama masyarakat

Namun, dengan adanya hujan beberapa hari terakhir membantu mengisi muka air tanah, daerah-daerah gambut yang tadinya kering menjadi basah sehingga potensi karhutla pun menurun.

“Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan masih ada hujan yang cukup sehingga konsistensi muka air tanah yang kami monitor cukup, paling tidak di atas minus 40 persen. Kalau minus 20-10 persen itu sudah bagus, sedangkan sebelumnya sempat minus sampai 1 meter,” ujarnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan paparan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kotim pada rapat koordinasi (rakor) persiapan penanganan karhutla beberapa waktu lalu, sebenarnya saat ini Kotim masih diliputi musim kemarau.

Kendati begitu, BMKG juga memprediksi bahwa setelah rakor yang dilaksanakan pada Kamis (7/8) lalu, bahwa dalam tujuh hari selanjutnya disinyalir memang ada pertumbuhan awan hujan yang cukup banyak di wilayah Kotim.

“Kami belum mendapatkan informasi apa penyebabnya. Tetapi, berdasarkan rakor yang kami ikuti setiap hari secara daring bersama BPBPK Kalteng ada daerah lain, seperti Lamandau yang masih banyak hot spot, sebaliknya daerah tertentu seperti Pulang Pisau yang kerawanan karhutlanya cukup tinggi juga sudah mulai turun hujan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini Multazam juga menerangkan mengenai banjir yang melanda Kota Sampit pada Selasa (12/8). Dari alat pantau BMKG tingkat curah hujan di wilayah Kota Sampit berkisar 58 milimeter dan ini masih tergolong hujan sedang.

Namun, perlu diketahui bahwa sehari sebelumnya juga ada hujan di wilayah hulu dan beberapa kecamatan, salah satunya Bukit Santuai juga terendam banjir karena luapan Sungai Mentaya yang kemudian mengalir ke wilayah hilir.

“Jadi, banjir kemarin selain karena hujan juga diakibatkan bersamaan pasang Sungai Mentaya, kami pantau di jembatan Jalan Kopi Selatan airnya mengalir dari arah Sungai Mentaya ke Sungai Mentawa, tapi pukul 18:00 WIB sudah terjadi penurunan cukup cepat seiring dengan surutnya Sungai Mentaya,” demikian Multazam.

Baca juga: Pembangunan PJU baru di Sampit mulai pendirian tiang

Baca juga: Gerakan Pangan Murah Polres Kotim digelar hingga Desember

Baca juga: KSOP Sampit pastikan kegiatan perusahaan di pelabuhan tertib dan aman


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.