
Lomba menulis cerita rakyat upaya pelestarian budaya di Gumas

Kuala Kurun (ANTARA) - Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah Jaya S Monong mengatakan lomba menulis cerita rakyat yang diselenggarakan pemerintah kabupaten melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan merupakan upaya pelestarian budaya.
“Saya mengapresiasi masyarakat yang telah berpartisipasi mengikuti lomba menulis cerita rakyat, karena artinya mereka ikut berupaya melestarikan budaya Kalteng khususnya Gumas,” ucapnya saat dihubungi dari Kuala Kurun, Selasa.
Lomba menulis cerita rakyat diikuti 34 peserta, yang mengirimkan naskah karya tulis sejak 10 Juli 2025 hingga 6 Agustus 2025. Setelah melalui proses seleksi oleh dewan juri mulai 8-10 Agustus 2025, terpilih 20 penulis terbaik.
Pengumuman 20 karya terbaik dilakukan pada 11 Agustus, sedangkan pengumuman pemenang dilaksanakan pada 13 Agustus 2025. Penyerahan hadiah dilakukan pada 17 Agustus 2025, usai upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kuala Kurun.
Jaya meminta kepada para pemenang agar tidak berpuas diri, dan kepada yang belum meraih prestasi diminta tidak berkecil hati. Mereka hendaknya tetap semangat, menulis berbagai cerita rakyat, demi kelestarian budaya Gumas.
“Terus gali berbagai cerita rakyat yang ada di sekitar kita, karena setiap desa di Gumas pasti memiliki cerita rakyat. Jadi tinggal digali saja,” kata orang nomor satu di lingkup Pemkab Gumas ini.
Baca juga: DPRD Gumas apresiasi gerak cepat pemkab bantu korban bencana
Adapun para pemenang lomba menulis cerita rakyat Gumas 2025 sebagai juara 1 adalah Damai, dengan karya Legenda Danum Tawah, juara 2 Cenitio dengan karya Legenda Danau Tambak, dan juara 3 Rini dengan karya Legenda Tumbang Lampahung.
Lalu juara harapan 1 adalah Siswanto dengan karya Kesatria Dayak Membela Tanah Tercinta (Temanggung Tawa), harapan II adalah Tony Siantury dengan karya Asal Usul Tewang Pajangan, dan harapan 3 adalah Efriansyah dengan karya Kampeng Burak.
Kepala DPK Gumas Maria Efianti berharap, melalui lomba tersebut akan lahir lebih banyak penulis lokal yang mampu mendokumentasikan dan mempopulerkan kembali cerita rakyat daerah.
“Selain memperkaya khasanah literasi, langkah ini juga diharapkan menjadi bagian dari pelestarian identitas budaya Gumas,” demikian Maria.
Baca juga: Bupati Gumas berharap Duta Baca bantu tingkatkan literasi
Baca juga: Bupati minta OPD di lingkup Pemkab Gumas terus berinovasi
Baca juga: Bupati Gumas dukung wujudkan Gereja Ramah Anak dan Pemuda GKE
Pewarta : Chandra
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
