FK-Fakultas Farmasi UMPR edukasi ibu pengajian tentang pemanfaatan tanaman obat

id umpr,palangka raya,kalimantan tengah,kalteng,fakultas farmasi,fakultas kedokteran

FK-Fakultas Farmasi UMPR edukasi ibu pengajian tentang pemanfaatan tanaman obat

FK-Fakultas Farmasi UMPR edukasi ibu pengajian tentang pemanfaatan tanaman obat di Palangka Raya. (ANTARA/HO-Humas UMPR)

Palangka Raya (ANTARA) - Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Kapasitas Ekonomi dan Kesehatan Ibu-ibu Pengajian Kalampangan melalui Edukasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA)”.

"Program ini berfokus pada pemberdayaan ibu-ibu pengajian melalui edukasi dan praktik pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai alternatif pengobatan mandiri yang tepat, aman, serta memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk herbal bernilai ekonomi," kata Ketua Tim Pengabdian, Dr dr Faradila di Palangka Raya, Senin.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai identifikasi, manfaat, dan pengolahan TOGA.

Kemudian juga untuk melatih keterampilan praktis dalam pembuatan produk herbal sederhana untuk pemakaian sehari-hari, serta membuka peluang usaha rumah tangga berbasis produk herbal.

"Target sasaran adalah ibu-ibu pengajian dengan latar belakang ekonomi rumah tangga yang membutuhkan pengetahuan alternatif pengobatan sekaligus potensi peningkatan pendapatan," katanya.

Faradila juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata civitas akademika UMPR dalam penguatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui pendekatan kesehatan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sumbangsih civitas akademika UMPR dalam peningkatan kapasitas ekonomi melalui edukasi kesehatan, khususnya melalui pemanfaatan TOGA yang dekat dengan kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

FK-Fakultas Farmasi UMPR edukasi ibu pengajian tentang pemanfaatan tanaman obat di Palangka Raya. (ANTARA/HO-Humas UMPR)

Dia menerangkan, metode kegiatan meliputi penyuluhan, pelatihan praktis, serta pendampingan berkelanjutan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta monitoring kapasitas produksi.

"Harapannya, program ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta hingga 50 persen dan kapasitas produksi produk herbal sebesar 50 persen dari kondisi awal," katanya.

Selain Faradila, kegiatan ini juga melibatkan dosen Fakultas Farmasi, Nurul Qamariah MSi dan Rika Arfiana Safitri MFarm bersama mahasiswa FK dan Farmasi UMPR.

Kunjungan perdana pada 23 Agustus diisi dengan pelaksanaan pre-test pengetahuan tentang TOGA, pemberian materi edukasi, serta distribusi teknologi tepat guna berupa blender, yang diharapkan dapat mendukung praktik pembuatan produk herbal hingga program selesai.

Kegiatan PkM ini didanai oleh BIMA dan direncanakan berlangsung dalam beberapa kali kunjungan dengan pendampingan berkelanjutan.

Melalui program ini, diharapkan terbentuk kelompok ibu-ibu pengajian Kalampangan yang memiliki keterampilan pengobatan mandiri dengan herbal sekaligus mampu mengembangkan usaha sederhana berbasis produk herbal.

Baca juga: UMPR gandeng UMS buka program PJJ untuk magister dan doktor

Baca juga: Dosen UMPR berupaya tanamkan nilai budaya Dayak dalam pembelajaran matematika lewat VR

Baca juga: UMPR-PD IPEMI Palangka Raya kolaborasi penguatan pemasaran digital UMKM


Pewarta :
Uploader : Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.