Logo Header Antaranews Kalteng

Membawa semangat Huma Betang jaga persatuan di Kalteng

Selasa, 2 September 2025 06:34 WIB
Image Print
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran. (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Kalteng)

Palangka Raya (ANTARA) - Agustiar Sabran merupakan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) terpilih pada pemilihan kepala daerah 2024 serentak bersama Edy Pratowo sebagai Wakil Gubernur.

Terhitung sejak menjabat sebagai Gubernur Kalteng pasca resmi dilantik Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Agustiar Sabran dikenal sebagai seorang pemimpin yang bergerak cepat serta menjunjung tinggi semangat toleransi dan kebersamaan.

Agustiar Sabran membawa semangat Huma Betang di tengah masyarakat Kalimantan Tengah yang terdiri dari ragam suku, agama serta lainnya.

Semangat yang merupakan Falsafah Huma Betang ini merupakan filosofi hidup masyarakat suku Dayak dengan mengutamakan kebersamaan, gotong royong maupun toleransi.

"Keberagaman yang dimiliki menjadi kekuatan dalam membangun serta memajukan daerah," tegas Agustiar Sabran.

Oleh karena itu dalam kepemimpinannya, secara tegas Agustiar mengusung visi pembangunan yakni mengangkat harkat mertabat Dayak khususnya, umumnya masyarakat Kalimantan Tengah (manggatang utus) dengan spirit kearifan lokal dan bingkai NKRI menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, Kalteng Bermartabat menyambut Indonesia Emas 2045.

"Jaga kerukunan, jaga kedamaian, jaga (falsafah) Huma Betang, jangan sampai kita terpecah belah," pinta gubernur.

Menurutnya persatuan merupakan kekuatan utama untuk menyukseskan program-program pembangunan, dan mengatasi berbagai tantangan ke depan.

"Semua persoalan hendaknya bisa kita selesaikan secara baik dan damai. Bersatu kita teguh," jelasnya.


Baca juga: Ketua DPRD Kalteng puji etika mahasiswa saat sampaikan aspirasi

Adapun di awal-awal kepemimpinannya sebagai Gubernur Kalteng, saat apel di halaman kantor gubernur, salah satu momen menarik sekaligus menunjukkan perhatian seriusnya terhadap toleransi dan kesetaraan, yakni menyela sesi pembacaan doa.

Hal tersebut dilakukan lantaran saat itu pembacaan doa dalam apel hanya akan dibawakan oleh satu orang dengan cara salah satu agama, dan gubernur pun meminta agar petugas pembaca doa ditambah serta dilakukan oleh beberapa orang secara bergantian yang mewakili agama lainnya.

"Tolong untuk pembacaan doa ditambahkan dari agama lainnya, kita perkuat toleransi antar umat beragama," ujarnya.

Dan sampai dengan saat ini khususnya dalam berbagai kegiatan di lingkup Pemprov Kalteng, pada akhirnya doa lintas agama yang dibawakan oleh beberapa orang tersebut secara rutin dilakukan.

Menurutnya hal ini menjadi salah satu dari pengimplementasian nyata di lapangan dari semangat Huma Betang yang senantiasa ia galakkan.

Kemudian sebagai perwujudan nyata lainnya dalam menjunjung nilai-nilai toleransi dan kebersamaan, Pemprov Kalteng juga kerap menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dalam skala besar untuk memfasilitasi masyarakat, di antaranya seperti Tabligh Akbar Kebangsaan hingga Kalteng Bermazmur ataupun lainnya.

Terbaru, di bawah kepemimpinannya yang juga merupakan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, provinsi setempat bertempat di Kota Palangka Raya sukses menyelenggarakan Seminar International Day of the World's Indigenous People bertajuk Pumpung Hai Borneo (The Great Borneos Assembly).

Dalam kegiatan ini Gubernur Agustiar Sabran menegaskan komitmen pemerintah provinsi melindungi eksistensi dan martabat Masyarakat Adat Dayak sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan Kalimantan.

"Komitmen ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yaitu Manggatang Utus, yang berarti mengangkat harkat dan martabat masyarakat, khususnya masyarakat Dayak, dan umumnya masyarakat Kalteng dalam bingkai NKRI," ucapnya.

Gubernur menegaskan melalui seminar ini, bersama-sama mengenang tonggak bersejarah Perjanjian Damai Tumbang Anoi, sebagai fondasi perdamaian dan peradaban Dayak.

"Semangat ini harus terus kita hidupkan, termasuk melalui Napak Tilas Tumbang Anoi setiap tahun," jelasnya.


Baca juga: Ormas Dayak imbau demonstrasi di Kalteng harus damai dan tidak merusak

Dia mengajak semua pihak bersatu menyuarakan kepentingan daerah agar hasil kekayaan alam benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Kalimantan, tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

Agustiar pun menekankan melalui forum ini pihaknya ingin menunjukkan pada dunia, yakni masyarakat adat bukanlah entitas tertinggal, melainkan mitra utama dalam menjaga bumi, hutan, dan peradaban.

"Ini menjadi wadah kolaborasi untuk memperjuangkan kepentingan bersama daerah penghasil sumber daya alam di Kalimantan," ucapnya.

Sediakan ruang diskusi

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran dikenal sebagai sosok pemimpin terbuka dengan menyediakan ruang diskusi kepada berbagai pihak tanpa terkecuali, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, mahasiswa, pelajar, hingga para wartawan serta lainnya.

Pola maupun ruang diskusi yang Agustiar sediakan kepada berbagai pihak ini pun sangat beragam, mulai dari duduk satu meja bersama hingga dengan melakukan olahraga bersama-sama.

Bersama awak media atau wartawan, Agustiar tercatat sudah beberapa kali secara berkesinambungan melakukan diskusi secara terbuka.

Dalam diskusi ini Agustiar beserta jajaran senantiasa menerima dan menjawab berbagai pertanyaan yang disampaikan para wartawan, termasuk menerima ragam masukan maupun kritikan.

Di salah satu pertemuan bersama para wartawan, Gubernur Kalteng ini menekankan pentingnya peran media massa sebagai mata dan telinga pemerintah.

“Mata saya hanya dua. Tapi berkat wartawan, saya bisa melihat lebih banyak hal yang mungkin tidak saya ketahui. Saya tidak pernah anti kritik. Saya selalu terbuka kepada media dan masyarakat,” tuturnya.

Pria yang sebelumnya pernah menjadi Anggota DPR RI ini juga menegaskan dukungannya terhadap kemerdekaan pers sebagai bagian dari pelaksanaan pembangunan yang lebih baik lagi.


Baca juga: Apel gabungan dan doa bersama lintas agama di Barsel perkuat persatuan

Dukungan ini juga selaras dengan capaian Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) secara nasional, dimana Kalimantan Tengah salah satu daerah dengan IKP teratas.

Adapun berdasarkan survei Indeks Kemerdekaan Pers yang diselenggarakan Dewan Pers secara nasional, untuk tahun 2024, tiga provinsi teratas untuk Indeks Kemerdekaan Pers meliputi Kalimantan Selatan 80,91 atau cukup bebas, Kalimantan Timur 79,96 atau cukup bebas, serta Kalimantan Tengah 79,58 atau cukup bebas.

Survei Indeks Kemerdekaan Pers oleh Dewan Pers mengukur tiga variabel lingkungan dan 20 indikator yang sama dengan tahun sebelumnya, yaitu Lingkungan Fisik dan Politik mengukur 9 indikator, Lingkungan Ekonomi mengukur 5 inidkator, dan Lingkungan Hukum mengukur 6 indikator.

Survei dilaksanakan Mei - September 2024 pada 38 provinsi di Indonesia dengan melibatkan 407 orang informan ahli, yang terdiri dari 393 informan ahli dari 38 provinsi dan 14 informan ahli tingkat nasional (National Assessment Council/NAC).

Sementara itu Zainal, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalteng memberikan apresiasi kepada gaya kepemimpinan Gubernur Agustiar Sabran yang dinilai terbuka dan komunikatif.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan ke depan. Ini penting untuk menyerap masukan dan menemukan solusi atas berbagai kendala pembangunan,” tambahnya.

Baca juga: Kapolres Pulang Pisau pastikan situasi tetap aman dan kondusif

Baca juga: Pastikan Gunung Mas tetap kondusif, personel gabungan terus laksanakan patroli

Baca juga: Sampaikan tujuh tuntutan, demonstrasi di Sampit berlangsung damai



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026