Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Barut dukung jaga stabilitas harga beras lewat pasar murah

Sabtu, 6 September 2025 09:12 WIB
Image Print
Pemkab Barito Utara bersama 214 kepala daerah dari seluruh Indonesia ikuti rakor pengendalian inflasi melalui zoom meeting di aula Setda Lantai I, Muara Teweh, Kamis (4/9/2025). ANTARA/Dokumen Pribadi

Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, berkomitmen mendukung langkah pemerintah pusat dengan mengambil langkah strategis menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di daerah setempat dengan pasar murah.

"Pemerintah Kabupaten Barito Utara melakukan langkah strategis dengan mengoptimalkan pemantauan atas ketersediaan, stabilitas harga, dan melakukan operasi pasar murah untuk menstabilkan harga pangan dengan harga terjangkau,"kata Penjabat Bupati Barito Utara Indra Gunawan di Muara Teweh, Kamis

Hal itu disampaikan Indra didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informasikan dan Persandian Barito Utara Mochamad Ikhsan serta jajaran instansi terkait, mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah melalui zoom meeting dari Muara Teweh.

Melalui keikutsertaannya dalam rakor tersebut, Pemkab Barito Utara menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya nasional dalam menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat, khususnya dalam menghadapi fluktuasi harga beras.

Rakor ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta diikuti oleh 214 kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya stabilitas harga bahan pokok, terutama beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Ia mendorong seluruh kepala daerah untuk mengambil langkah konkret dalam menekan inflasi dan menjaga ketersediaan pangan.

“Salah satu yang harus dilakukan adalah Gerakan Pasar Murah yang sangat didambakan masyarakat,” ujar Tito Karnavian.

Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah melakukan langkah nyata melalui pelaksanaan pasar murah dan intervensi harga, guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa rakor ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengendalian inflasi.

Mentan Andi Amran juga menyoroti pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mengoptimalkan distribusi pangan dan memantau pergerakan harga secara berkala.

“Koordinasi ini membahas pengendalian inflasi termasuk pemantauan harga, distribusi bahan pokok, intervensi pasar, dan strategi sinergi antar pemerintah daerah untuk menciptakan stabilitas harga beras di seluruh kabupaten/kota di Indonesia,” jelas Menteri Pertanian.



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026