
Arah pembangunan Pulang Pisau disesuaikan pengembangan potensi daerah

Pulang Pisau (ANTARA) - Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Ahmad Rifa’i mengatakan pihaknya memfokuskan anggaran pembangunan yang lebih terarah dengan mempertimbangkan potensi sekaligus permasalahan di setiap daerah.
"Seperti potensi perkebunan, pertanian, perikanan, hingga ekowisata dan disinergikan untuk mendukung pembangunan desa," katanya di Pulang Pisau, Selasa.
Tujuannya agar visi pembangunan benar-benar dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada di setiap desa.
Ahmad Rifa’i juga menyinggung soal pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurutnya, potensi UMKM yang berada di wilayah strategis, terutama di daerah yang berbatasan dengan jalan lintas harus diberi peluang lebih luas agar dapat bersaing dengan pasar modern.
“Kami sudah menerima masukan terkait upaya untuk menitipkan produk UMKM masyarakat di toko retail modern seperti Alfamart atau Indomaret, meskipun komunikasi resmi dengan pihak tersebut masih belum dilakukan,” katanya.
Ahmad Rifa’i menekankan peluang tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak hanya bersifat sementara. Jika UMKM tidak memiliki kesiapan penuh dan berhenti di tengah jalan, justru masyarakat sendiri yang mengalami kerugian.
“Jangan sampai juga ketika produk sudah laku dan diminati, tiba-tiba mereka tidak sanggup memenuhi permintaan pasar,” tegasnya.
Baca juga: SPPG Dapur Bereng pastikan distribusi MBG sesuai prosedur
Dirinya juga menyebut keberadaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) sebenarnya menjadi sarana dalam pemasaran produk UMKM masyarakat. Namun saat ini skalanya masih terbatas dan sangat bergantung pada jumlah kunjungan. Berbeda dengan retail modern, yang setiap hari selalu ramai dengan konsumen.
“Harapan saya, ke depan kita bisa menjalin kerjasama konkret dengan retail modern agar produk UMKM Pulang Pisau memiliki peluang pasar yang lebih stabil,” jelasnya.
Camat Maliku Efri Gusyl Pani menambahkan pentingnya keberadaan pengembangan wisata buatan. Dia mengatakan, dengan wilayah yang kecil dan menjadi jalur lintas maka potensi wisata buatan memberikan nilai tambah signifikan untuk masyarakat.
“Kami melihat wisata buatan memiliki peluang besar karena posisi geografis Pulang Pisau yang strategis di jalur perlintasan," jelasnya.
Dia menjelaskan dengan tambahan sentuhan keindahan, seperti penataan bunga dan area swafoto, kawasan bisa menjadi titik persinggahan diharap bisa menjadi destinasi unggulan sekaligus mendukung visi pembangunan Bupati Pulang Pisau.
Efri juga mengungkapkan, potensi wisata yang ada di Maliku sebenarnya saling terhubung dengan kawasan lain, mulai dari Buntoi dengan rumah bambunya, Kenamit Jaya sebagai jalur lintas, hingga ragam kuliner khas yang bisa jadi wisata transit.
“Jika dikembangkan dengan baik, wisata di Maliku bisa menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung yang menuju Pantai Cemantan melewati berbagai wisata lain, sehingga otomatis memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat,” tambahnya.
Dikatakan Efri, pengembangan kawasan wisata tidak harus mahal. Penataan sederhana dengan menghadirkan suasana sejuk, bunga hias, serta tempat berfoto, sudah cukup membuat Maliku menjadi destinasi menarik yang membedakan dengan desa-desa lainnya.
“Maliku memiliki potensi yang mudah diakses dan suasananya sejuk, ini yang harus kita tonjolkan sebagai kekuatan utama untuk menopang sektor pariwisata dan pengembangan usaha kreatif masyarakat,” demikian Efri.
Baca juga: Pemkab Pulang Pisau fokuskan pemberian makan anak terdampak stunting
Baca juga: Polres Pulang Pisau waspadai peredaran narkoba berbentuk rokok elektrik
Baca juga: UPR-DPMD Pulang Pisau kaji penguatan ekonomi Kopdes dan BUMDes
Pewarta : Adi Waskito/Dita Marsena
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
