
PLN berpartisipasi lestarikan Hutan Adat Rungan di Kalimantan Tengah

Palangka Raya (ANTARA) - PLN secara aktif berpartisipasi melakukan pelestarian Hutan Adat Rungan, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Pelaksanaan program ini sebagai bentuk komitmen PLN dalam mendukung kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat adat," kata Manager Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Barat (UPP KLB) 3 Muhamad Indra Firdaus dihubungi dari Palangka Raya, Jumat.
Intervensi program bertajuk "Pemberdayaan dan Konservasi Masyarakat Hutan Adat Rungan" itu meliputi penyusunan dokumen Rencana Kelola Kaleka (Hutan Adat) dan pengamanan kawasan melalui pembentukan tim patroli masyarakat hutan adat dan pembangunan pondok patroli.
Kemudian kegiatan pengkayaan tanaman hutan adat yang mencakup pelatihan, pembangunan rumah bibit, penanaman pohon, serta bantuan pembibitan sebagai upaya nyata menjaga keberlanjutan ekosistem hutan.
Selain itu, lanjutnya, PLN endukung pembuatan perahu untuk akses masyarakat dalam pengelolaan kawasan, penyusunan hukum adat sebagai penguatan tata kelola lokal, serta penyelenggaraan lokakarya hasil program TJSL yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berharap program ini memberi manfaat nyata bagi masyarakat adat, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat kearifan lokal. Dengan adanya dokumen pengelolaan, tim patroli, rumah bibit, hingga bantuan pembibitan agar Desa Adat Rungan dapat semakin mandiri dan berdaya,” tuturnya.
Baca juga: PLN Journalist Awards 2025 apresiasi bagi pewarta penggerak literasi energi nasional
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) Susilo menegaskan pentingnya sinergi antara PLN, masyarakat, dan pemerintah.
“Program ini merupakan wujud nyata komitmen PLN sebagai bagian dari BUMN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan," jelasnya.
Melalui program ini pihaknya erharap Hutan Adat Rungan menjadi contoh baik pengelolaan kawasan berbasis masyarakat, sekaligus menginspirasi desa-desa dan komunitas adat lainnya di Kalimantan Tengah.
Ketua Masyarakat Hutan Adat (MHA) Rungan Hermanto mengapresiasi dan dan menilai program ini sangat membantu dalam menjaga kelestarian hutan adat sekaligus memperkuat kearifan lokal.
"Dengan adanya dukungan dari PLN, kami merasa lebih siap menjaga Kaleka Rungan untuk generasi mendatang,” ucapnya.
Baca juga: PLN Kalselteng gelar Banua Electric Run 2025 satukan energi hijau dan misi sosial
Baca juga: Bupati Pulang Pisau dan PLN perkuat sinergi percepatan pembangunan Listrik Desa
Baca juga: PLN terjunkan 25 personel atasi tiang listrik roboh diterjang angin
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
