
PLN terjunkan 25 personel atasi tiang listrik roboh diterjang angin

Palangka Raya (ANTARA) - Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerjunkan 25 personel dilengkapi dengan peralatan penunjang untuk mengatasi sejumlah tiang listrik di Kilometer 16 Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) yang roboh diterjang angin kencang pada Rabu sore.
"Yang turun di lapangan di estimasi sekitar 20-25 orang petugas," kata Manager PLN ULP Kasongan, Hudaibiy Hibban saat dikonfirmasi dari Palangka Raya, Rabu malam.
Dia menerangkan, pada kejadian itu, total tiang terdampak ada tiga yang roboh. Selain itu juga ada dua tiang lainnya yang miring.
"Dan karena gangguan ini masuk kategori cukup berat, estimasi masih penyelesaian agak sulit dilakukan. Salah satu penyebabnya adalah kondisi tiang berada di seberang parit, sehingga penanganan cukup sulit," katanya.
Baca juga: PLN sampaikan promo menarik bagi pelanggan saat berkunjung ke ANTARA Kalteng
Hudaibiy mengatakan, beberapa lokasi di sekitar tiang roboh terdampak harus padam. Namun sampai saat ini, tim PLN terus berupaya berupaya semaksimal mungkin memperkecil wilayah padamnya aliran listrik di kawasan tersebut.
"Untuk dampak kerugian terhadap PLN tentunya ada, namun kami masih fokus pada upaya penormalan kondisi jaringan listrik. Di tengah padamnya aliran listrik, tim PLN semaksimal mungkin meminimalkan dampak wilayah yang padam," katanya.
Pihaknya pun meminta dukungan masyarakat agar upaya perbaikan segera selesai sehingga aliran listrik yang terdampak robohnya tiang berada di tepi jalan raya itu segera kembali normal.
Dia juga berharap, masyarakat selalu pelanggan PLN dapat bersabar karena para petugas di lapangan terus berupaya maksimal untuk menangani masalah tersebut.
Sementara itu, sebelumnya sempat viral beredar video di media sosial bahwa seorang pengendara kendaraan roda empat yang melintas di Jalan Tjilik Riwut Km 16 Palangka Raya memperlihatkan sejumlah tiang listrik PLN roboh karena angin.
Pada video itu terlihat sekitar lokasi terjadi hujan disertai hembusan angin cukup kencang, sementara pada sisi kiri maupun kanan tinggi PLN berupa lahan tanpa tutupan pohon untuk mengurangi kecepatan hembusan angin.
Baca juga: PLN-UPR kolaborasi siapkan pemimpin adaptif di era disrupsi
Baca juga: PLN UIP KLB pastikan pembangunan infrastruktur kelistrikan sesuai standar K3LK
Baca juga: Warga binaan Nusakambangan makin berdaya dengan FABA
Pewarta : Rendhik Andika
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
