Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkot Palangka Raya tambah 141 PPPK perkuat pelayanan publik

Jumat, 31 Oktober 2025 14:16 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini. (ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menambah 141 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebagai upaya memperkuat sektor pelayanan publik di daerah setempat.

"Penambahan PPPK ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kinerja dan mutu pelayanan publik di berbagai sektor, terutama pendidikan, kesehatan, dan administrasi pemerintahan," kata Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini di Palangka Raya, Jumat.

Dia menambahkan, bertambahnya 141 PPPK di lingkup Pemerintah Kota Palangka Raya ini, pihaknya berharap pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal.

"Mereka diharapkan mampu bekerja profesional, berintegritas, serta memahami visi dan misi pembangunan daerah,” kata Zaini saat dikonfirmasi terkait pelaksanaan Orientasi Pengenalan Nilai dan Etika Instansi Pemerintah bagi PPPK Pengangkatan Tahun 2024 Angkatan VII, VIII, IX, dan X di kota setempat.

Ia menambahkan, orientasi yang dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai nilai dasar ASN, peran dan tanggung jawab PPPK, serta etika pelayanan publik.

Wakil Wali Kota Palangka Raya ini menegaskan bahwa etika dan tanggung jawab moral merupakan pilar utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN), termasuk PPPK.

“Menjadi pegawai pemerintah bukan hanya tentang menjalankan pekerjaan administratif, tetapi tentang menjalankan amanah publik dengan integritas, etika, dan hati yang tulus dalam melayani,” ujar Zaini.

Ia menjelaskan bahwa pegawai pemerintah memiliki peran strategis dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan berkeadilan. Karena itu, setiap mereka dituntut untuk menjunjung tinggi nilai moral, menjauhkan diri dari penyimpangan, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

“Kepercayaan publik adalah aset terbesar dalam pemerintahan. Sekali hilang, sulit dikembalikan. Maka integritas dan etika harus menjadi napas dalam setiap langkah pelayanan,” tegasnya.

Zaini menambahkan bahwa pihaknya juga terus berupaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, kolaboratif, dan berintegritas agar setiap ASN dapat berkembang menjadi abdi negara yang profesional dan berkarakter.



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026