Logo Header Antaranews Kalteng

Bukit Santuai terbanyak dilanda banjir di Kotim selama 2025

Senin, 5 Januari 2026 15:35 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam. ANTARA/Devita Maulina

Sampit (ANTARA) - Kecamatan Bukit Santuai menjadi kecamatan yang paling banyak dilanda banjir di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah sepanjang 2025 lalu.

"Kondisi ini dipengaruhi cuaca dan geografis. Rata-rata desa berada di bantaran sungai, sehingga sangat rawan terendam saat sungai meluap," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Senin.

Berdasarkan data BPBD Kotawaringin Timur, selama 2025 lalu tercatat 114 kejadian yang dapat ditangani BPBD dan selesai. Rinciannya yaitu banjir sebanyak 44 kejadian, cuaca ekstrem 26 kejadian, karhutla 36 kejadian, pencarian dan pertolongan sebanyak 8 kejadian.

Rekapitulasi kejadian banjir per kecamatan tahun 2025 BPBD Kotawaringin Timur menunjukkan, Kecamatan Bukit Santuai menjadi kecamatan yang paling banyak dilanda banjir yakni 8 kali.

Selain itu, banjir juga melanda Kecamatan Tualan Hulu sebanyak 7 kali, Telaga Antang 5 kali, Mentaya Hilir Selatan 5 kali, Cempaga Hulu 4, Parenggean 3, Telawang 2, Baamang 2, Antang Kalang 2, Pulau Hanaut 2, Mentawa Baru Ketapang 1, Teluk Sampit 1, Kota Besi 1 dan Mentaya Hulu 1 kali.

Untuk wilayah utara yang meliputi Kecamatan Parenggean, Mentaya Hulu Antang Kalang, Telaga Antang, Tualan Hulu dan Bukit Santuai, banjir biasanya dipicu tingginya curah hujan. Sementara itu banjir wilayah selatan seperti di Kecamatan Pulau Hanaut, Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan dan Mentaya Hilir Utara, banjir sering terjadi ketika curah hujan tinggi bersamaan dengan kondisi pasang air laut.

Baca juga: Baru dibuka, toko emas putih di Sampit langsung diserbu

Terkait penanganan, BPBD Kotawaringin Timur sudah membuat Rencana Kontingensi yaitu dokumen perencanaan strategis untuk menghadapi situasi kedaruratan bencana tertentu yang disusun sebelum bencana terjadi, berdasarkan skenario risiko, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan respons darurat yang cepat, efektif, dan terkoordinasi.

Tujuannya adalah menyelamatkan nyawa, melindungi aset, dan memastikan penanganan bencana yang terintegrasi dengan memetakan peran, sumber daya, serta alur koordinasi.

"Tahun 2025, Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi salah satu kabupaten dari 6 Kabupaten se Indonesia yang ditunjuk untuk digitalisasi Rencana Kontigensi," ujar Multazam.

BPBD Kotawaringin Timur juga memiliki Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) yang berperan vital sebagai pusat informasi, koordinasi, komunikasi, dan komando selama 24 jam untuk penanganan bencana baik pra, saat maupun pasca. Fungsinya meliputi pengolahan data, penyebaran peringatan dini, fasilitasi tanggap darurat, dan sinkronisasi kebijakan penanggulangan bencana di daerah.

Sejak 1 Januari 2025 sampai dengan 31 Desember 2025 telah dilakukan pencatatan seluruh aktifitas Operasi Penanggulangan Bencana secara digital dan terdistribusi langsung melalui website BPBD Kotawaringin Timur sejumlah 364 kali pencatatan.

"Pencatatan ini berkontribusi pada kinerja yang dilaksanakan dan untuk menjadi review kajian risiko bencana di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur," demikian Multazam.

Baca juga: Pengembangan Koperasi Merah Putih di Kotim hadapi kendala lahan

Baca juga: DPRD Kotim ingatkan pemerintah daerah fokus skala prioritas

Baca juga: Legislator Kotim dorong penguatan moderasi beragama di HAB ke-80



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026