Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah akan membuka kampus kedokteran gratis yang dibiayai oleh negara sebagai upaya mengatasi kekurangan tenaga medis di Indonesia.
Dalam pidato Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi yang dipantau secara daring melalui YouTube Sekretariat Presiden di Jakarta, Senin, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini masih mengalami kekurangan ratusan ribu dokter, termasuk dokter gigi.
Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata dan terukur, salah satunya melalui pembukaan kampus-kampus kedokteran di seluruh Indonesia.
Baca juga: Kunjungi Banjarbaru, Prabowo luncurkan 166 sekolah rakyat
"Kita harus buka sekolah-sekolah, kampus-kampus yang banyak, dan saya akan buktikan kepada seluruh rakyat Indonesia, dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran," ujar Prabowo.
Prabowo menyampaikan bahwa kampus kedokteran, perguruan tinggi teknik dan juga bidang strategis lainnya akan dibuka untuk seluruh anak bangsa.
Selain itu, jenjang pendidikan tinggi ini dapat diakses secara gratis oleh seluruh anak Indonesia.
Baca juga: Impian Prabowo agar anak petani jadi insinyur hingga jenderal
Ia berharap kebijakan tersebut dapat membuka kesempatan yang setara bagi semua kalangan, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya.
"Kampus-kampus kedokteran, kampus-kampus teknik dan yang sebagainya, nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara. Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal. Itu cita-cita saya, saudara-saudara saya akan bangga melihat itu," ucapnya.
Menurut Presiden, pendidikan merupakan sarana paling efektif untuk menghapus kemiskinan. Namun, pembangunan sektor pendidikan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai dan juga pengelolaan keuangan negara yang bersih.
Baca juga: Prabowo yakin koalisi kuat, sambil berkelakar "PKB harus diawasi terus"
Presiden menekankan bahwa Indonesia bisa bangkit jika berani bertindak dan menyelesaikan persoalan nyata.
"Kita harus berani, siapa berani dia menang. Berani berbuat, sebelum berbuat, berani melihat keadaan yang sebenarnya, berani melihat kesulitan, berani menghadapi kesulitan, jangan lari dari kesulitan, jangan menutupi kesulitan, lihat kesulitan dan hadapi, atasi baru kita bangkit sebagai bangsa," pungkas Prabowo.
Baca juga: Prabowo nyatakan target Zero Defect MBG berlaku mulai 2026
Baca juga: Prabowo beri tugas khusus kepada Seskab, Mensesneg, Menlu, hingga Sufmi Dasco
Baca juga: Presiden nyanyikan lagu nasional bersama pengungsi sambut tahun baru
Baca juga: Prabowo tandatangani UU penyesuaian pidana, hukuman mati dan ITE diubah
