Logo Header Antaranews Kalteng

Karhutla di Kotim hanguskan enam hektare lahan

Kamis, 15 Januari 2026 23:33 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam saat di lokasi kebakaran lahan di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Rabu (14/1/2026). ANTARA/HO-BPBD Kotim

Sampit (ANTARA) - Kebakaran mulai kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bahkan sedikitnya enam hektare lahan di Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, hangus terbakar.

"Penyebab kebakaran karena ada aktivitas masyarakat dapat dipastikan penyebabnya. Namun pada saat kejadian angin meniup cukup kencang sehingga api semakin menyebar dan menghasilkan asap tebal," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Kamis.

Kebakaran lahan itu terjadi pada Rabu (14/1) siang. BPBD menerima laporan sekitar pukul 12.25 WIB, kemudian langsung mengirim tim ke lokasi kebakaran yang berjarak sekitar 85 kilometer dari Sampit Ibu Kota Kabupaten Kotawaringin Timur.

Desa Ujung Pandaran merupakan desa yang memiliki objek wisata andalan Kabupaten Kotawaringin Timur yakni pantai yang menghadap Laut Jawa. Lokasi kebakaran di jalan menuju Desa Ujung Pandaran RT 4 dengan jarak sekitar 2 kilometer dari jalan provinsi yakni ruas Ujung Pandaran - Sampit.

Baca juga: BKSDA Sampit pasang perangkap incar beruang madu yang resahkan warga

Kencangnya tiupan angin laut membuat api dengan cepat meluas. Setelah melalui perjuangan, operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 17.00 WIB. Namun ada kebakaran di titik lain yang tidak bisa dipadamkan, karena akses darat tidak tersedia dan terbatasnya ketersediaan air di daerah Sungai Tinggiran.

BPBD berharap pemerintah desa bisa menyiapkan peralatan pemadam kebakaran. Diimbau kepada warga masyarakat untuk berhati-hati apabila melakukan pembakaran sampah mengingat sudah memasuki musim kemarau.

"Petani perkebunan disarankan tidak menggunakan cara membakar dalam pembukaan lahan," demikian Multazam.

Sementara itu BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan mencatat, dalam periode pemantauan 24 jam hingga 14 Januari 2026, terdapat 15 hotspot yang teridentifikasi di wilayah Kotim. Kecamatan Mentaya Hulu menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni lima hotspot, diikuti Kecamatan Telawang dengan empat hotspot.

Selain itu, dua hotspot masing-masing terpantau di Kecamatan Tualan Hulu dan Cempaga. Sementara Kecamatan Antang Kalang, Bukit Santui, serta Telaga Antang masing-masing tercatat satu titik panas. Mayoritas titik panas berada pada tingkat kepercayaan menengah dan terklasifikasi sebagai pixel hotspot.

Baca juga: Wabup Kotim kawal aksi kemanusiaan untuk korban banjir Sumut

Baca juga: DPRD Kotim apresiasi kesuksesan Sampit Expo 2026

Baca juga: Kodim 1015/Sampit sambangi sekolah jaring calon tentara



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026