
Kodim 1015/Sampit tegaskan dukung pemberantasan narkoba

Sampit (ANTARA) - Kodim 1015/Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyatakan kesiapan penuh mem-back up atau mendukung upaya pemberantasan narkoba di Bumi Habaring Hurung.
“Kami siap mem-back up Polres maupun BNNK Kotim karena kami tidak ingin masyarakat Kabupaten Kotim berlarut-larut dengan narkoba yang dapat menghancurkan masa depan,” kata Dandim 1015/Sampit Letkol Inf Dwi Candra Setyawan di Sampit, Minggu.
Hal ini ia sampaikan sehubungan dengan upaya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim bersama lintas sektor, antara lain Polres, pemkab, DPRD, Kodim, tokoh adat, tokoh masyarakat dan lainnya dalam pemulihan kawasan rawan narkoba.
Terlebih dalam hal ini sasaran pemulihan kawasan rawan narkoba tersebut berada tak jauh dari markas Kodim 1015/Sampit, yakni di belakang eks Gedung Bioskop Golden Theater, Kelurahan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh BNNK Kotim dan tim gabungan ini merupakan wujud tindakan nyata kehadiran negara untuk membersihkan wilayah tersebut dari peredaran gelap narkotika.
“Hal-hal yang disampaikan baik oleh Kepala BNNK, DPRD, Polres dan lainnya memiliki satu tujuan, yakni agar kawasan ini bersih dari narkoba, lebih baik lagi kalau satu kabupaten. Karena selama ini permasalahan di perkebunan maupun masyarakat kuncinya cuma satu, yakni narkoba,” ujarnya.
Dwi Candra menyebut, narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kesehatan penggunanya, tetapi juga pada suasana kondusif masyarakat atau daerah. Tak jarang narkoba menjadi pemicu kriminalitas, seperti pencurian dan kekerasan.
Baca juga: DKUKMPP Kotim minta usulan bantuan UMKM diprioritaskan
Ia bahkan menceritakan, sekitar abad 19 di China pernah terjadi perang proksi atau proxy war yang berkaitan erat dengan fenomena perang candu yang membuktikan bahwa untuk menghancurkan suatu negara tidak perlu menggunakan pasukan yang kuat, cukup dengan candu.
Hal ini merupakan gambaran nyata dari bahaya narkoba bagi masa depan bangsa, apabila dibiarkan berlarut-larut dan merusak generasi muda.
“Jika ingin menghancurkan suatu negara tidak perlu menggunakan pasukan yang kuat cukup menggunakan narkoba yang candu langsung bisa hancur,” sebutnya.
Dwi Candra pun mengimbau masyarakat untuk tidak takut memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan di lingkungan masing-masing. Partisipasi aktif warga sangat penting guna menyelamatkan generasi penerus dari kehancuran akibat penyalahgunaan narkoba.
“Kalau anda diam dan pasrah, maka siap-siap saja generasi ke depan akan rusak. Maka dari itu nanti sampaikan saja apa yang perlu disampaikan, sehingga kita bisa selamatkan generasi ke depan,” tegasnya.
Ia juga memberikan peringatan keras kepada para pelaku untuk segera berhenti sebelum dilakukan penindakan hukum secara tegas. Baginya, penindakan hukum adalah pilihan terakhir jika upaya persuasif dan sosialisasi tidak diindahkan oleh para bandar.
"Langkah hari ini merupakan awal diharap masyarakat sudah hindari narkoba. Tapi kalau tidak mau kita sudah warning (peringatkan), berarti penindakan itu adalah pilihan ujung," demikian Dwi Candra.
Baca juga: Titik panas mulai bermunculan di Kotim
Baca juga: Dinas Perikanan Kotim larang praktik 'illegal fishing'
Baca juga: Pemkab Kotim tekankan pentingnya manajemen kalbu hadapi tantangan zaman
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
