Rupiah menguat usai ancaman tarif Trump kepada Eropa

id rupiah,nilai kurs rupiah,trump

Rupiah menguat usai ancaman tarif Trump kepada Eropa

Ilustrasi - Petugas menghitung uang dolar AS. ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/tom.

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak menguat 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.955 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.956 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan kurs rupiah menguat seiring ancaman tarif Presiden AS Donald Trump kepada negara-negara Eropa.

“Rupiah pada perdagangan hari ini berpeluang menguat di kisaran Rp16.910 - Rp16.970 dipengaruhi oleh global trend pelemahan indeks dolar seiring meningkatnya risiko ancaman tarif AS ke negara-negara Eropa,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Trump mengancam memberikan tarif sebesar 10 persen mulai 1 Februari terhadap delapan negara Eropa yang menentang rencana Washington mengakuisisi Greenland.

Negara-negara yang menjadi target ialah Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda dan Finlandia.

Ancaman tersebut berpotensi meningkat jadi 25 persen pada 1 Juni apabila tidak ada kesepakatan yang tercapai terkait Greenland.

Pengumuman tersebut menuai kritik tajam dari para pejabat Eropa dan meningkatkan kekhawatiran akan sengketa perdagangan Trans-Atlantik yang lebih luas.

“Risiko geopolitik terkait Greenland yang menjadi pemicu, sehingga aset-aset dalam dolar lebih berisiko dan inflasi AS yang mulai merangkak naik akibat tarif,” ungkap Rully.

Melihat sentimen domestik, pelaku pasar masih menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang diperkirakan akan menahan bunga di level 4,75 persen.

“Pelaku pasar terutama asing masih berhati-hati untuk masuk dan membeli obligasi pemerintah akibat belanja dan penerbitan obligasi yang agresif,” kata dia.


Pewarta :
Uploader : Admin 1
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.