
Penyebab sembelit dan tak enak badan saat bepergian jauh

Jakarta (ANTARA) - Perjalanan panjang dan makan di restoran tanpa henti dapat membuat tidak enak badan, hal ini terjadi bukan tanpa sebab.
Diwartakan Eating Well, Sabtu, saat bepergian, nutrisi tidak selalu menjadi prioritas utama hal ini bisa menyebabkan tubuh terasa lesu, kembung, hingga kelelahan bahkan sembelit serta kembung.
Ahli Gizi Lauren Manaker, MS, RDN, LD, CLEC mengatakan bahwa kekurangan serat bisa menjadi penyebabnya.
"Serat sangat penting saat bepergian karena membantu tubuh Anda tetap seimbang meskipun ada perubahan rutinitas,” kata Manaker.
Sementara itu, National Institutes of Health (NIH/Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat) menjelaskan bahwa merekomendasikan sebagian besar orang dewasa agar mengonsumsi 25 hingga 38 gram serat per hari, tergantung pada usia dan jenis kelamin.
Saat bepergian, target serat harian tersebut bisa saja tidak tercapai karena jauh dari makanan yang biasa dikonsumsi.
Adapun serat menjadi hal yang penting saat bepergian karena mampu menjaga keseimbangan darah.
Fluktuasi gula darah bisa sering terjadi saat bepergian karena ada banyak kesempatan bagi jadwal makan normal untuk terganggu.
Hal ini terutama berlaku pada hari-hari perjalanan yang sibuk, ketika mengemudi atau terbang dan tidak dapat makan pada waktu makan biasa, sehingga lebih cenderung mengandalkan camilan dan makanan restoran.
Serat juga memiliki peran meredam lonjakan gula darah yang disebabkan mengonsumsi karbohidrat.
"Jika anda penggila karbohidrat seperti saya, memastikan sebagian besar karbohidrat tersebut mengandung sumber serat membantu memastikan benar-benar merasa kenyang setelah makan, tetapi juga mencegah penurunan energi dan perubahan suasana hati, hal-hal yang pasti ingin Anda hindari saat bepergian," kata ahli gizi Maddie Pasquariello, MS, RD.
Tak hanya itu, serat juga lebih lambat dicerna, sehingga membuat merasa kenyang lebih lama.
Saat bepergian, sembelit juga kerap terjadi karena kekurangan serat. Serat memainkan peran besar dalam pencernaan.
Serat menambah volume pada tinja dan membantunya bergerak melalui usus.
Asupan makanan seperti oat dan kacang-kacangan, bisa menyerap air untuk melunakkan tinja.
"Sementara serat tidak larut, yang ditemukan dalam biji-bijian utuh dan sayuran, bertindak seperti sapu untuk menjaga agar proses pencernaan tetap berjalan,” kata Manaker.
Tak hanya itu, serat bertugas memberi makan bakteri sehat di usus, yang membantu mendukung mikrobioma usus yang beragam sehingga berkaitan dengan imunitas.
Namun demikian, Manaker merekomendasikan bagi individu yang tidak terbiasa mengonsumsi banyak serat, untuk berhati-hati memulai perlahan dan secNamun demikian, Manaker merekomendasikan bagi individu yang tidak terbiasa mengonsumsi banyak serat, untuk berhati-hati memulai perlahan dan secara bertahap meningkatkan asupan serat.
Pewarta : -
Editor:
Nano Ridhansyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
