
Agrinas Palma Nusantara siap lanjutkan program di tahun 2026

Pangkalan Bun (ANTARA) - Regional Head Kalimantan Tengah (Kalteng) 2 (PKH), PT Agrinas Palma Nusantara (APN) Persero, resmi dijabat Mayjen TNI (Purn) Ronny Asnawi Asri.
"Saya berkomitmen akan melanjutkan program-program yang telah berjalan baik sebelumnya," kata Ronny Asnawi di Pangkalan Bun, Sabtu.
Dia mengatakan, di tahun 2026, dirinya diberikan target dalam "Buku Pintar" sebanyak 1,5 ton per hektare per bulan.
"Dengan dukungan dari jajaran manajemen dan mitra KSO, saya optimis target itu dapat tercapai, walaupun masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan," ucapnya.
Lanjutnya, pekerjaan rumah tersebut yaitu menyelesaikan lahan yang masih 0,59 persen. Menurutnya itu bukan pekerjaan yang mudah.
"Tentunya ini jangan dianggap remeh, karena tetap ada masalah di dalamnya, saya berharap pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik," ungkapnya.
Baca juga: Bupati Kobar berharap masyarakat sadar pentingnya kebersihan lingkungan
Serah terima jabatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Mercure Pangkalan Bun. Sebelumnya Jabatan Regional Head Kalteng 2 (PKH) PT Agrinas Palma Nusantara tersebut diduduki oleh Mayjen TNI (Purn) Ruddy Prasemilsa Mahks.
Banyak pencapaian yang telah diperoleh, kurang lebih selama tujuh bulan di masa kepemimpinan sebagai Regional Head 2 Kalteng.
Salah satunya kerja sama antara mitra KSO dengan jajaran GM dan Regional 2 Kalteng (PKH) PT Agrinas Palma Nusantara.
Total luas lahan yang dipertanggungjawabkan mencapai 94.920 hektare, dari jumlah itu, lahan tanam seluas 37.793 hektare atau sekitar 40 persen dari total lahan.
“Dari lahan tanam itu terdapat 67 PT dengan lahan inti yang dapat dikelola seluas 17.962 hektare atau 19 persen,” sebut Ruddy Prasemilsa.
Kemudian, untuk KSO telah berjalan pada 20 PT dari sembilan mitra dengan luas lahan 11.651,98 hektare atau 64,87 persen.
Sementara itu, untuk proses KSO lahan inti melibatkan 16 PT seluas 5.243,28 hektare atau 34,65 persen.
“Untuk KSO lahan masyarakat mencakup empat PT seluas 2.615,87 hektare atau 13,54 persen. Namun masih ada enam PT yang belum KSO seluas 85,30 hektare atau 0,47 persen, serta 21 PT yang tidak dapat di-KSO,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, rekapitulasi lahan mencapai 20.577,43 hektare yang terdiri dari lahan inti 17.961,56 hektare dan lahan masyarakat 2.615,87 hektare.
Baca juga: Bupati Kobar dukung Baznas jadi instrumen penting untuk kesejahteraan masyarakat
Baca juga: Dishub ingatkan sopir ODOL patuhi surat edaran Bupati Kobar
Baca juga: PB HMI sahkan Pemenuhan Cabang Pangkalan Bun
Pewarta : Safitri RA
Editor:
Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
