
Dinkes Kotim perluas jangkauan CKG kejar target 46 persen

Sampit (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah terus memperluas jangkauan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar target partisipasi sebesar 46 persen penduduk Kotim pada 2026 bisa tercapai.
“Pada tahun lalu, cakupan CKG di Kotim mencapai 38 persen, sementara target nasional hanya 36 persen. Ini menjadi modal kuat bagi kami untuk mencapai target yang lebih tinggi di tahun 2026,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim Nugroho Kuncoro Yudho di Sampit, Minggu.
Nugroho menjelaskan, perluasan jangkauan CKG ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam menyelaraskan sasaran kesehatan masyarakat dengan standar nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Pihaknya pun optimis target partisipasi CKG pada 2026 bisa tercapai mengingat antusiasme masyarakat Kotim yang cukup tinggi pada tahun sebelumnya. Pasalnya, respons masyarakat terhadap program ini menjadi modal utama dalam mencapai angka tersebut.
Strategi utama yang dijalankan adalah memastikan seluruh Puskesmas di Kotim menyelenggarakan layanan CKG secara rutin dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kerja masing-masing.
Selain layanan di fasilitas kesehatan, Dinkes Kotim juga menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi pusat keramaian dan pemukiman warga untuk meningkatkan aksesibilitas.
“Kami juga melakukan jemput bola, baik ke pusat keramaian masyarakat maupun hingga ke tingkat RT, agar cakupan CKG bisa lebih luas,” jelas Nugroho.
Baca juga: BKPSDM Kotim tegaskan ASN pelaku penganiayaan bakal kena sanksi disiplin
Upaya ini diperkuat dengan pengoperasian unit mobil operasional khusus yang diluncurkan saat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kotim pada 7 Januari lalu untuk menjangkau lokasi-lokasi strategis, khususnya yang jauh dari fasilitas medis.
“Kendaraan operasional itu disiapkan secara khusus untuk mempermudah akses layanan CKG, terutama di lokasi yang jauh dari fasilitas kesehatan,” tambahnya.
Nugroho menambahkan, program CKG yang diinisiasi Kemenkes sejak 2025 ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes dan kesehatan indera. Selain itu, obesitas, tuberkulosis hingga kesehatan jiwa juga mendapat atensi khusus.
Sementara untuk jenis penyakit lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut seperti asam urat, gangguan ginjal, gangguan jantung, gejala kanker rahim, kanker payudara dan kanker usus, tetap diarahkan ke fasilitas layanan kesehatan.
Oleh karena itu, Dinkes Kotim mengajak masyarakat agar dapat proaktif memanfaatkan layanan ini sebagai sarana monitoring kesehatan rutin agar intervensi medis dapat dilakukan sedini mungkin jika ditemukan gejala penyakit.
“Bagi kelompok masyarakat atau komunitas yang mau mengadakan cek kesehatan gratis, bisa berkomunikasi dengan Puskesmas atau langsung menghubungi Dinas Kesehatan,” demikian Nugroho.
Baca juga: Solidaritas antardaerah, Kotim salurkan bantuan korban kebakaran di Katingan
Baca juga: Pemkab Kotim gencarkan Budikdamber dukung ketahanan pangan
Baca juga: SPMB online di Kotim diperluas ke tingkat SD
Pewarta : Devita Maulina
Editor:
Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
