Logo Header Antaranews Kalteng

Penghargaan ke PT Bartim Coalindo berpolemik, BPBD Damkar Bartim minta maaf

Rabu, 11 Februari 2026 16:45 WIB
Image Print
Jajaran BPBD dan Damkar Bartim memberikan penjelasan terkait pemberian penghargaan ke PT Bartim Coalindo saat jumpa pers di Tamiang Layang, Rabu (11/2/2026). ANTARA/HO-MMC Bartim.

Tamiang Layang (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah Ahmad Gazali memohon maaf kepada masyarakat apabila pemberian penghargaan ke PT Bartim Coalindo menimbulkan ketidaknyamanan.

Permintaan maaf itu disampaikan Ahmad Gazali saat memberikan klarifikasi setelah adanya polemik di masyarakat terkait Damkar Bartim memberikan penghargaan kepada PT Bartim Coalindo di Tamiang Layang, Rabu.

"Kewajiban kami untuk menyampaikan klarifikasi dan membuka diri terhadap masukan," ucapnya saat jumpa pers.

Dia pun berharap insan pers dan masyarakat dapat terus menjadi mitra kritis dalam mengawal tugas-tugas BPBD. Sebab, setiap kekeliruan hendaknya dapat diingatkan sejak awal, agar tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas.

"Tidak ada gading yang tak retak. Namun jangan biarkan retak itu berlarut-larut. Kami ingin setiap kekurangan bisa segera diperbaiki," tandas Gazali.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Damkar Bartim Luhut Tampubolon mewakili Kalaksa menyebut, penghargaan yang diberikan kepada PT Bartim Coalindo bukanlah bentuk dukungan terhadap aktivitas perusahaan, melainkan sebatas ucapan terima kasih atas partisipasi dalam membantu penanganan bencana.

"Sejak tahun ketiga kami bertugas, setiap tahun BPBD selalu meminta bantuan kepada seluruh stakeholder. Tidak hanya perusahaan, perorangan pun kami terima bantuannya. Semua yang membantu kami catat, tanpa memandang siapa pun," bebernya.

Dia pun menerangkan, dalam situasi darurat seperti banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, BPBD harus bergerak cepat dan menggalang dukungan dari berbagai pihak. Bantuan yang masuk, menjadi bagian penting dalam mendukung operasional pos-pos penanganan bencana. Untuk itu, BPBD Damkar Bartim tidak bisa membalas bantuan dari berbagai pihak secara berlebihan.

"Yang dapat kami lakukan adalah mengusulkan agar mereka mendapatkan ucapan terima kasih resmi dari pemerintah daerah. Penghargaan itu sifatnya hanya apresiasi, bukan skema atau bentuk kerja sama tertentu," tegasnya.

Luhut juga menyampaikan bahwa bantuan dari PT Bartim Coalindo sebenarnya telah diberikan sejak peristiwa banjir di penghujung Desember lalu. Namun, setelah penghargaan diserahkan bersamaan dengan kegiatan pengukuhan Tim Penanggulangan Bencana Keumatan, muncul polemik di ruang publik karena adanya persoalan lain yang menyeret nama perusahaan tersebut.

"Masalah yang kemudian muncul di luar konteks kebencanaan itu terjadi setelahnya. Seakan-akan pemerintah daerah tidak peka. Padahal tidak seperti itu. Kami memberikan penghargaan murni berdasarkan catatan bantuan yang masuk," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Bartim himpun 173 usulan dari 11 desa saat musrenbangcam Awang

Dia menambahkan, sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan, pihaknya telah berkonsultasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Barito Timur. Keduanya mengetahui agenda tersebut dan tetap berkomitmen terhadap penertiban serta pengawasan terhadap para investor.

"Pak Bupati dan Wakil Bupati berkomitmen agar investasi di Bartim berjalan tertib. Namun proses pengawasan tentu ada instansi teknisnya, seperti DLH untuk lingkungan dan ESDM untuk persoalan pertambangan. Semua ada mekanismenya dan tidak bisa instan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Luhut juga mengajak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui jalur yang tepat apabila menemukan dugaan pelanggaran. Ia menegaskan pentingnya memisahkan persoalan bantuan kemanusiaan dengan isu lain yang sedang diproses oleh instansi berwenang.

"Kalau kita campur adukkan semuanya, kita jadi tidak bijak menempatkan masalah pada tempatnya. Bantuan kebencanaan adalah satu hal, dugaan pelanggaran adalah hal lain yang diproses sesuai aturan," demikian Luhut.

Jumpa pers tersebut diharapkan dapat meluruskan informasi yang berkembang serta memberikan pemahaman utuh kepada masyarakat terkait duduk persoalan pemberian penghargaan dimaksud.

Baca juga: Sekda Bartim minta pramuka susun program strategis lima tahun

Baca juga: Pastikan suasana ramadhan tertib, Bupati Bartim terbitkan surat edaran

Baca juga: Bupati Bartim jenguk dan bantu warga Lampeong penderita tumor



Pewarta :
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026