
Kotawaringin Timur terpilih sebagai percontohan program Integrasi Layanan Primer

Sampit (ANTARA) - Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah terpilih untuk proyek percontohan implementasi program Integrasi Layanan Primer (ILP) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim Umar Kaderi di Sampit, Rabu, mengatakan sebagai tindak lanjut hal tersebut maka digelar kegiatan Sosialisasi Penguatan ILP Kotim 2026.
“Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinkes dengan pendanaan dari Global Fund, karena Kotim mulai tahun ini menjadi salah satu pilot project (proyek percontohan) implementasi ILP, di mana kita akan dibimbing, dimonitor, dan dievaluasi oleh Kemenkes,” katanya.
Selain bantuan pendanaan, pihaknya juga mendapat pendampingan langsung dari Kemenkes sehingga diharapkan pelaksanaan ILP di Kotim lebih optimal.
Kemenkes berupaya mewujudkan jalan perubahan dengan transformasi sistem kesehatan Indonesia melalui enam pilar transformasi kesehatan, salah satu pilar utama, yaitu transformasi pelayanan kesehatan primer.
Baca juga: Kotim tak lanjutkan status siaga karhutla sebab curah hujan meningkat
ILP merupakan upaya menata dan mengoordinasikan berbagai pelayanan kesehatan primer dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup perorangan, keluarga, dan masyarakat.
Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan kesehatan perorangan, keluarga, hingga masyarakat secara berkelanjutan.
“Fokus utama ILP adalah siklus hidup sebagai pusat integrasi pelayanan, mendekatkan akses melalui jejaring tingkat desa hingga dusun, serta memperkuat pemantauan wilayah setempat (PWS),” ujarnya.
Penanggung Jawab ILP Dinkes Kotim dr Noorliyana menyampaikan program ini bagian dari penguatan sistem kesehatan nasional.
Langkah ini, katanya, selaras dengan mandat RPJMN 2025-2029 untuk mewujudkan cakupan kesehatan semesta melalui inovasi dan teknologi.
“Transformasi ini mendorong penguatan pelayanan primer melalui upaya promotif dan preventif. Kami fokus pada tiga pilar utama, yaitu siklus hidup pasien, mendekatkan akses layanan melalui jejaring desa, serta optimalisasi PWS,” katanya.
Ia mengungkapkan Kotim sebenarnya telah memulai persiapan sejak 2024. Hingga kini, seluruh puskesmas di Kotim telah memiliki SK Penyelenggaraan ILP dan mulai menerapkan sistem ruangan berbasis klaster meskipun struktur organisasi masih terus disesuaikan.
Baca juga: DPRD Kotim ungkap kekecewaan terhadap PBS yang tolak beri tali asih
Baca juga: Bulog Kotim pastikan stok beras sangat aman hadapi Ramadhan
Baca juga: Bupati Kotim instruksikan Disdik telusuri isu pungli Komite Sekolah
Pewarta : Devita Maulina
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
