
Puskesmas Antang Kalang 2 ditargetkan operasional tahun ini

Sampit (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menargetkan Puskesmas Antang Kalang 2 di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Antang Kalang, mulai beroperasi pada 2026 ini guna memberikan layanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien bagi masyarakat setempat.
“Insyaallah, dalam tahun ini kita akan mengoperasionalkan satu puskesmas lagi, pemekaran dari Puskesmas Tumbang Kalang, yakni Puskesmas Antang Kalang 2 yang posisinya di Gunung Makmur,” kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi di Sampit, Rabu.
Umar menyampaikan, bahwa pembangunan fisik fasilitas kesehatan tersebut telah rampung sepenuhnya. Saat ini, pihaknya tengah fokus melakukan pemetaan wilayah kerja untuk membagi cakupan layanan desa mana saja yang ditangani oleh Puskesmas baru tersebut.
Selain pemetaan wilayah, Dinkes Kotim sedang menyusun formasi tenaga kesehatan. Rencananya, tenaga medis yang ada di Puskesmas Tumbang Kalang akan dibagi untuk mengisi layanan di Puskesmas Antang Kalang 2 sesuai kebutuhan operasional.
Proses administrasi ini akan berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi. Setelah pembagian tenaga medis tuntas, usulan akan disampaikan ke pemerintah provinsi sebelum akhirnya didaftarkan secara resmi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
“Setelah ada persetujuan provinsi, baru kita registrasi ke Kemenkes. Jika nomor registrasi terkait pemecahan wilayah puskesmas itu sudah terbit, maka operasional di lapangan akan langsung kami laksanakan,” jelasnya.
Baca juga: Pemkab Kotim sesuaikan jam kerja pegawai selama Ramadhan 2026
Umar menekankan bahwa pemekaran wilayah kerja puskesmas di Kecamatan Antang Kalang ini sangat mendesak. Jarak antara desa-desa di wilayah tersebut dengan fasilitas kesehatan yang ada saat ini cukup jauh, yakni mencapai radius 30 kilometer.
Kondisi geografis tersebut seringkali menghambat penanganan darurat. Kehadiran puskesmas baru di Desa Gunung Makmur diharapkan mampu memangkas waktu tempuh rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan cepat.
“Dengan adanya Puskesmas Antang Kalang 2, akses pelayanan bisa lebih cepat dan efisien. Misal, jika ada warga dari Desa Bakti Karya yang harus dirujuk maka dari Puskesmas Antang Kalang 2 itu bisa langsung ke RSUD dr Murjani yang lebih dekat, sehingga ketepatan dan kecepatan rujukan akan jauh lebih baik,” jelasnya.
Umar menambahkan, Dinkes Kotim sebenarnya juga mempertimbangkan penambahan satu puskesmas lagi di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang melalui pemekaran wilayah kerja Puskesmas Ketapang II. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap kajian mendalam.
Umar mengakui bahwa keterbatasan anggaran dan kebutuhan tenaga medis menjadi tantangan utama dalam merealisasikan puskesmas di wilayah perkotaan tersebut, sehingga fokus utama saat ini dialihkan pada wilayah yang paling mendesak.
“Untuk di Mentawa Baru Ketapang masih dalam kajian, karena kita juga keterbatasan anggaran dan sebagainya. Tapi kalau di Antang Kalang ini sudah sangat urgen, karena disana hanya ada satu puskesmas dan jarak dari desa itu sangat jauh, makanya kami mekarkan puskesmas yang ada,” demikian Umar.
Baca juga: Dukung stimulus ekonomi, Pelni berikan diskon tiket kapal hingga 30 Persen
Baca juga: Kotawaringin Timur terpilih sebagai percontohan program Integrasi Layanan Primer
Baca juga: DPRD Kotim ungkap kekecewaan terhadap PBS yang tolak beri tali asih
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
