
Legislator Kotim berharap inovasi SDN 4 Ketapang jadi percontohan

Sampit (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah turut mengapresiasi inovasi SDN 4 Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dalam menggandeng sektor swasta melalui program CSR yang diharapkan dapat menjadi pemantik bagi pelaku usaha lain untuk berkontribusi pada dunia pendidikan.
“Kami sudah menyaksikan acara syukuran hasil dari CSR dari Bank Kalteng di SDN 4 Ketapang. Harapannya inovasi ini bisa menjadi trigger (pemantik) untuk CSR lainnya di Kotim kedepannya, baik itu dari BUMN maupun perusahaan besar swasta (PBS),” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotim Riskon Fabiansyah di Sampit, Jumat.
Hal ini ia sampaikan usai menghadiri acara syukuran gedung baru Rumah Produksi dan Galeri Sekolah yang didanai penuh melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Kalteng.
Riskon menyambut baik kegiatan ini, terlebih menurutnya inovasi CSR kali ini tidak hanya tentang bangunan fisik, tetapi juga ada program di dalamnya yang bermanfaat bagi peserta didik. Salah satunya program Si Gembung (Siswa Gemar Menabung).
Menurutnya, program menabung siswa yang merupakan hasil kolaborasi nyata dengan Bank Kalteng sebagai mitra strategis SDN 4 Ketapang.
Baca juga: DPRD Kotim minta kantor Desa Basawang segera diperbaiki
Kolaborasi ini merupakan percontohan yang sangat baik, terutama dalam menginisiasi gerakan menabung sejak dini. Program ini dianggap sebagai langkah konkret untuk mendidik kemandirian finansial siswa di satuan pendidikan.
“Ini salah satu percontohan di Kotim untuk gerakan menabung bagi siswa. Harapan ke depan, bukan hanya Bank Kalteng saja, tapi perusahaan BUMN di Kotim bisa mengikuti jejak ini,” ucapnya.
Riskon berharap sinergi antara sekolah dan dunia usaha tidak hanya berhenti pada satu instansi. Keterlibatan aktif pelaku usaha secara luas diyakini mampu menutupi celah keterbatasan anggaran daerah dalam memajukan kualitas pendidikan.
Disamping itu, Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini juga menyoroti keberhasilan SDN 4 Ketapang dalam mengembangkan produk unggulan bawang dayak yang mampu menembus level nasional.
Bahkan, ia menyebutkan adanya dukungan dari kementerian terkait untuk perlindungan kekayaan intelektual produk tersebut.
“Kabarnya sudah ada konfirmasi dari Komdigi yang akan membantu hak ciptanya. Ini wujud nyata keterlibatan PBS di dunia pendidikan. Kita tunggu PBS lain untuk mendorong program serupa di Kotim,” demikian Riskon.
Baca juga: Wabup Kotim akui harga sebagian bahan pangan mulai naik
Baca juga: Pemkab Kotim apresiasi inovasi CSR di SDN 4 Ketapang
Baca juga: Pemkab Kotim antisipasi kenaikan harga barang dan lonjakan penumpang saat Ramadhan
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
