
OJK: Ketapang Gaya berdampak nyata terhadap sektor pertanian

Palangka Raya (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan, Program Ketapang Gaya berhasil dan mampu memberikan dampak positif khususnya terhadap perkembangan sektor jasa pertanian di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas).
"Ketapang Gaya atau Program Kemitraan Ketahanan Pangan Gunung Mas Jaya, merupakan inisiasi dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) kabupaten setempat, dan telah berdampak nyata di wilayahnya," terang Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz di Palangka Raya, Senin.
Program Ketapang Gaya Gunung Mas ini merupakan kredit atau pembiayaan kepada sektor pertanian (K/PSP) yang saat ini tercatat memiliki satu debitur kelompok dengan total plafon Rp614 juta dan baki debet Rp460 juta.
"Program ini bertujuan mengubah cara hidup masyarakat Gunung Mas yang sebelumnya berfokus pada sektor pertambangan ke arah sektor pertanian," jelasnya.
Keberhasilan dari program ini, juga menjadi indikator keberhasilan TPAKD di Gunung Mas dalam menjalankan peran dan fungsinya dalam mempercepat perluasan akses keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan inklusi dan literasi keuangan, serta kesejahteraan masyarakat.
"TPAKD berfokus pada penyediaan pembiayaan produktif, optimalisasi potensi daerah, dan kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan. Dan di Gunung Mas, hal ini diimplementasikan melalui Ketapang Gaya tersebut," ujarnya.
Baca juga: Wagub Kalteng: Kemajuan pertanian kunci utama wujudkan swasembada pangan
Sementara itu, tercatat pertengahan 2024 bahkan petani padi di Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah berhasil memproduksi beras kemasan dengan merek ‘Ketapang Gaya’, yang diambil dari nama Program Kemitraan Ketahanan Pangan Gunung Mas Jaya.
Beras Ketapang Gaya dipatok dengan harga Rp16 ribu per kilogram. Beras Ketapang Gaya memiliki tiga kemasan, yakni kemasan 3 kilogram, 5 kilogram dan 10 kilogram.
Program Ketapang Gaya berhasil hadir sebagai inovasi untuk menjawab tantangan dan permasalahan yang biasa dihadapi para petani jagung dan padi, khususnya dalam hal sumber daya ekonomi atau permodalan.
Program ini melibatkan peran serta berbagai pihak, dengan konsep kemitraan antara pemerintah, perbankan, koperasi dan petani.
Pada program ini, pemkab memberikan stimulan berupa subsidi bunga pinjaman 100 persen, perbankan yakni Bank Kalteng sebagai lembaga keuangan yang menyalurkan kredit usaha, di mana pembayaran kredit dilakukan setelah panen.
Baca juga: Berikut pengaturan jam kerja Pemprov Kalteng saat Ramadhan
Baca juga: Kalimantan Tengah targetkan 3 ribu siswa terbaik ikuti pembinaan khusus
Baca juga: Polda Kalteng mantapkan pengendalian harga dan pasokan pangan jelang Ramadhan
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
