
Polda Kalteng minta warga waspadai peredaran uang palsu

Palangka Raya (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, melalui Kepala Bidang Humas, Kombes Pol Budi Rachmat meminta warga waspada terhadap potensi peredaran uang palsu di bulan Ramadhan 1447 Hijriah.
“Menjelang Idul Fitri aktivitas transaksi masyarakat meningkat, sehingga potensi peredaran uang palsu juga ikut naik. Kami minta masyarakat lebih teliti saat menerima uang,” katanya di Palangka Raya, Selasa.
Ia menjelaskan, peningkatan transaksi tunai biasanya terjadi di pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga jasa penukaran uang musiman.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi celah bagi pelaku untuk menyisipkan uang palsu di tengah tingginya perputaran uang di masyarakat.
“Kami mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru saat menerima uang, terutama dalam jumlah besar,” ucapnya.
Baca juga: Polda kawal MBG penuhi kebutuhan gizi masyarakat Kalimantan Tengah
Selain itu, Budi juga meminta warga menerapkan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang, guna memastikan keaslian uang yang diterima.
“Dengan metode 3D, ciri-ciri fisik uang asli bisa dikenali sehingga risiko menjadi korban dapat diminimalisir,” ujarnya.
Untuk itu Budi mengajak masyarakat berperan aktif dengan segera melapor ke Call Center 110 apabila menemukan atau mencurigai adanya peredaran uang palsu.
Dengan memberikan laporan, menurutnya hal tersebut penting agar aparat dapat segera melakukan penelusuran dan penindakan terhadap pelaku.
“Jika menemukan indikasi uang palsu, segera laporkan ke kantor kepolisian terdekat agar bisa langsung kami tindak lanjuti,” demikian Budi.
Baca juga: Kanwil Kemenkum Kalteng perkuat akses keadilan sampai ke desa lewat pelatihan paralegal
Baca juga: Polda Kalteng tingkatkan patroli di kawasan rawan balap liar dan kejahatan
Baca juga: Wabup Kotim tanggapi isu kelangkaan elpiji 3 kg
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
