
Tetap minum obat TBC meski ada efek samping ringan

Jakarta (ANTARA) - Dokter spesialis paru RS Penyakit Infeksi Prof. Sulianti Saroso, dr. Titi Sundari, Sp.P(K), FISR mengingatkan agar pasien tuberkulosis tetap mengonsumsi obat meskipun mengalami efek samping seperti mual, muntah dan keluhan lainnya.
Obat perlu tetap dikonsumsi meskipun terjadi efek samping ringan agar pasien tidak mengalami resistensi atau kuman penyebab tuberkulosis menjadi kebal pada obat.
"Apabila ada keluhan atau ada muncul efek samping obat, tolong jangan langsung dihentikan ya, apalagi kemudian terus tidak mau minum obat lagi. Ingat bahwa tidak semua efek samping itu termasuk berat," kata Titi dalam webinar yang dipantau dari Jakarta, Selasa.
Pasien dapat berkonsultasi dengan dokter jika mengalami efek samping ringan seperti nyeri sendi, kesemutan, mual, dan gatal, agar gejala tersebut dapat ditangani.
Jika mengalami efek samping yang lebih berat, seperti ruam, pasien harus berkonsultasi dengan dokter untuk melihat apakah gejala tersebut disebabkan oleh obat atau konsumsi makanan lain.
Terkait pola mengonsumsi obat, menurut Titi, obat bisa dikonsumsi pada malam hari sebelum tidur.
"Pola minumnya menjadi malam hari sebelum tidur, orang sudah mengantuk, sudah tidak terasa apa-apa. Nah demikian tidak kan mengeluh mual lagi," kata dia.
Bila pasien mengalami mual yang terasa berat atau muntah terus-menerus, mata menguning, maka sebaiknya dia segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk memastikan kondisi fungsi organ.
Pewarta : Sinta Ambarwati
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
