Logo Header Antaranews Kalteng

Injourney siapkan strategi hotel Bali sambut Lebaran dan Nyepi

Senin, 9 Maret 2026 22:02 WIB
Image Print
Direktur Komersial InJourney Veronica H. Sisilia (kanan) dan Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat (kiri) dalam konferensi pers InJourney Hospitality dalam rangka Menyambut Kesiapan Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H Tahun 2026 di Gedung Sarinah, Senin (9/3/2026). (ANTARA/Farika Nur Khotimah)

Jakarta (ANTARA) - PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality menyiapkan sejumlah strategi operasional dan pengalaman menginap khusus di Bali menyusul beririsan antara Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi tahun ini.

“Bali masih menjadi destinasi favorit pada periode Lebaran tahun ini. Kami memproyeksikan tingkat okupansi di Bali mencapai 64 persen,” ujar Direktur Utama InJourney Hospitality Christine Hutabarat dalam konferensi pers di Gedung Sarinah, Jakarta, Senin.

Ia mengatakan momentum tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi tingkat hunian hotel di Bali.

Menurut dia, perayaan Nyepi yang identik dengan penghentian seluruh aktivitas di luar ruangan membuat hotel harus memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh, terutama terkait logistik dan layanan tamu.

Ia menjelaskan manajemen menyiapkan buffer stok bahan makanan dan minuman sebesar 20 hingga 30 persen untuk mengantisipasi pembatasan distribusi selama Nyepi.

“Kami harus memastikan seluruh kebutuhan operasional sudah aman sebelum tanggal Nyepi, karena tamu tidak bisa keluar hotel dan aktivitas di luar sangat terbatas,” katanya.

Selain kesiapan logistik, perusahaan menghadirkan sejumlah paket tematik seperti “Silent Escape”, “Sekala Niskala”, dan “Silent Stay” yang dirancang agar tamu tetap memperoleh pengalaman menginap yang nyaman selama Nyepi.

Christine mengatakan konsep tersebut mengedepankan pengalaman yang lebih personal, termasuk aktivitas di dalam hotel, program kuliner, hingga layanan kebugaran dan relaksasi.

InJourney Hospitality mengelola tujuh properti di Bali dari total 40 hotel yang tersebar di 15 provinsi. Secara keseluruhan, tingkat okupansi hotel pada periode Lebaran 2026 diproyeksikan mencapai 63 persen.

Ia menambahkan beririsan antara Lebaran dan Nyepi mendorong manajemen untuk memperkuat koordinasi lintas unit, termasuk penambahan tenaga musiman serta pemantauan operasional selama 24 jam.

“Kami ingin memastikan pengalaman tamu tetap seamless meskipun berada dalam periode hari besar keagamaan,” ujarnya.

Momentum tersebut, lanjut dia, diharapkan dapat menjaga minat wisatawan domestik untuk tetap memilih Bali sebagai destinasi utama libur Lebaran tahun ini.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026