
Tercatat 5.483 orang sudah mudik melalui Pelabuhan Sampit

Sampit (ANTARA) - Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah menyatakan sebanyak 5.483 orang dilaporkan telah diberangkatkan dari pelabuhan setempat menuju Pulau Jawa.
“Sampai hari ini jumlah kapal yang sudah berangkat dari Pelabuhan Sampit selama periode angkutan lebaran sebanyak lima kapal, dengan total penumpang naik 5.483 orang dan penumpang turun 968 orang,” kata Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 Pelabuhan Sampit Gusti Muchlis di Sampit, Rabu.
Ia menjelaskan angka tersebut tercapai dengan keberangkatan KM Kelimutu menuju Semarang hari ini yang mengangkut 1.400 penumpang, sekaligus menjadi kapal terakhir dari PT Pelni Cabang Sampit yang melayani arus mudik Lebaran kali ini.
Dari total tujuh jadwal keberangkatan atau call kapal yang disiapkan untuk arus mudik Lebaran kali ini, lima di antaranya telah terlaksana, sehingga menyisakan dua keberangkatan lagi.
Dua jadwal keberangkatan yang tersisa itu adalah KM Kirana III dan KM Rucitra VI dari PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang dijadwalkan tiba di Pelabuhan Sampit hari ini pada pukul 18:00 WIB dengan jumlah penumpang turun 144 orang untuk KM Kirana III dan 74 orang untuk KM Rucitra VI.
“Untuk KM Kirana III dijadwalkan berangkat ke Surabaya besok pukul 13:00 WIB, sedangkan KM Rucitra VI pada malam ini tepat jam 12 malam menuju Semarang. Setelah dua kapal ini berangkat, kapal selanjutnya adalah pada arus balik Lebaran sebanyak lima call,” ungkapnya.
Baca juga: Disdik Kotim instruksikan sekolah perketat pengamanan selama libur panjang
Meski jadwal keberangkatan telah ditentukan, namun Gusti belum bisa memastikan jumlah penumpang yang naik pada dua kapal tersebut. Akan tetapi, jika mengacu pada kapasitas kapal setelah dispensasi KM Kirana III sebanyak 800 orang dan KM Rucitra VI lebih sedikit dengan 600 orang.
Gusti, yang juga menjabat Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Kelas III Sampit, menambahkan kondisi embarkasi (pemuatan) dan debarkasi (penurunan) penumpang berjalan sangat lancar, aman dan terkendali.
Kelancaran ini merupakan hasil koordinasi solid dengan berbagai instansi terkait yang tergabung dalam Posko Angkutan Laut Lebaran 2026 yang digelar untuk memastikan kenyamanan serta keamanan seluruh pengguna jasa transportasi laut.
Secara keseluruhan, jumlah pemudik tahun 2026 di Pelabuhan Sampit diprediksi mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan membaiknya fasilitas dan layanan transportasi laut di wilayah tersebut.
Antusiasme mudik tahun ini juga dirasakan oleh Kurdi, salah satu pemudik asal Wonosobo, tampak antusias. Ia merupakan perantau yang bekerja di sebuah perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Parenggean, Kotim.
“Saya baru bisa pulang hari ini karena cuti dari perusahaan baru saja disetujui. Sudah hampir 12 tahun saya merantau di sini dan hampir setiap tahun mudik menggunakan kapal.” ujar Kurdi.
Kurdi menjelaskan alasannya menggunakan kapal laut untuk transportasi mudik karena faktor biaya dan kenyamanan. Harga tiket kapal dari Sampit ke Semarang jauh lebih murah dibandingkan harga tiket pesawat yang tembus jutaan rupiah.
Selain itu, ia menilai fasilitas di kapal juga semakin bagus dan tidak lagi berdesak-desakan, proses embarkasi yang lebih awal juga membuat penumpang tidak perlu terburu-buru ketika memasuki kapal.
Baca juga: Harga tinggi tak surutkan minat warga Kotim membeli emas jelang Lebaran
Baca juga: DP3AP2KB Kotim berikan layanan KB gratis bagi pemudik
Baca juga: Harga rotan di Kotim anjlok imbas perang Timur Tengah
Pewarta : Devita Maulina
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
