Logo Header Antaranews Kalteng

Kebakaran lahan di Kotim mulai rambah kebun warga

Kamis, 26 Maret 2026 22:15 WIB
Image Print
Petugas sedang melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran lahan gambut di Desa Bangkuang Makmur Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis (26/3/2026). ANTARA/HO-BPBD Kotim

Sampit (ANTARA) - Kebakaran lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali marak, bahkan mulai merambah hingga ke kebun milik warga, seperti yang terjadi di Desa Bangkuang Makmur Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

"Lokasi yang terbakar adalah lahan perkebunan milik Bapak Muhajirin dengan luas lahan kurang lebih 3 hektare. Pemilik lahan juga tidak mengetahui terjadinya kebakaran di lahannya," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Kamis.

Kebakaran lahan di Desa Bangkuang Makmur terjadi sejak Rabu sore (25/3). Petugas berupaya memadamkan api hingga malam hari, kemudian dilanjutkan pada Kamis pagi.

BPBD Kotawaringin Timur mengirim tim beranggotakan 10 personel dibantu 7 personel Manggala Agni. Untuk menuju lokasi kebakaran lahan, tim masuk melewati jalan Desa Eka Bahurui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang sepanjang 4,2 km dari Jalan Poros Sampit - Samuda.

Lahan yang terbakar berupa semak belukar di atas tanah gambut. Pemadaman hingga pendinginan berlangsung selama 6 jam lebih yakni mulai pukul 10.00 WIB sampai 16.11 WIB.

Baca juga: Bupati Kotim tekankan program harus tepat sasaran di tengah menurunnya anggaran

"Tim melakukan pendinginan terhadap lahan terbakar, dengan luas lahan yang terbakar 0,95 hektare. Kebakaran lahan yang terjadi menyisakan asap sehingga tim melakukan pendinginan lokasi," ujar Multazam.

Kebakaran lahan kembali terjadi di Kotawaringin Timur. Sehari sebelumnya, kebakaran lahan juga terjadi di Jalan Ir Soekarno Kelurahan Baamang Tengah Kecamatan Baamang.

Multazam mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan. Saat ini intensitas hujan berkurang sehingga kebakaran hutan dan lahan sangat rawan terjadi.

Imbauan untuk tidak membakar lahan merupakan upaya pencegahan dini yang terus digencarkan pemerintah daerah. Harapannya, masyarakat ikut peduli sehingga kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap bisa dicegah.

"Tanah di Kotawaringin Timur ini sebagian merupakan gambut. Saat kemarau, gambut sangat mudah kering dan terbakar, sementara pemadamannya cukup sulit karena biasanya api membakar hingga ke dalam tanah meski di permukaan sudah padam. Makanya pencegahan ini kita optimalkan," demikian Multazam.

Baca juga: Kotim berduka, Camat Baamang Sufiansyah tutup usia

Baca juga: Kapal perdana arus balik Lebaran tiba di Pelabuhan Sampit

Baca juga: Kunjungan di Disdukcapil Kotim naik dua kali lipat usai libur Lebaran



Pewarta :
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026