
DPRD Kalteng dorong BUMD tambang untuk dongkrak PAD

Palangka Raya (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Sutik mendorong pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor pertambangan, sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Selama ini potensi tambang kita luar biasa, tapi manfaatnya belum banyak dirasakan daerah. Kalau dikelola lewat BUMD, tentu hasilnya bisa jauh lebih optimal," kata Sutik di Palangka Raya, Jumat.
Menurutnya, potensi sumber daya alam di Kalteng, khususnya sektor tambang, masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh daerah. Sebab, sebagian besar pengelolaan tambang masih didominasi perusahaan dari luar daerah, sehingga kontribusinya terhadap PAD dinilai belum optimal.
"Kita tidak boleh terus jadi penonton di rumah sendiri. Dengan BUMD, daerah bisa ikut mengambil peran strategis, tapi tentu harus dikelola dengan baik dan transparan," ucapnya.
Sutik menjelaskan, pembentukan BUMD dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran daerah dalam pengelolaan sumber daya alam. Selain meningkatkan PAD, langkah ini juga diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar.
"Karena itu, tata kelola dan pengawasan harus kuat. Kalau benar-benar diawasi, saya yakin kontribusinya bagi PAD bisa luar biasa," ujarnya.
Ia menekankan, keberhasilan BUMD sangat bergantung pada manajemen yang profesional dan sistem pengawasan yang ketat. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor tambang diyakini dapat menjadi sumber pendapatan unggulan bagi daerah.
"BUMD ini bukan sekadar bisnis, tapi strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan daerah," demikian Sutik.
Baca juga: DPRD Kalteng dukung langkah pemerintah pusat terapkan WFH
Baca juga: Ketua DPRD Kalteng dorong mahasiswa perkuat kesiapan hadapi dunia kerja
Baca juga: Peningkatan mobilitas masyarakat jelang Lebaran perlu diimbangi pengamanan maksimal
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
