
Pemkab Kapuas dukung pelestarian Ritual Adat Balian dan Mamapas Lewu

Kuala Kapuas (ANTARA) - Wakil Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, menyatakan sangat mendukung dan menyambut baik pelaksanaan Ritual Adat Balian dan Mamapas Lewu yang secara rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.
“Pemerintah Kabupaten Kapuas sangat mendukung dan menyambut baik pelaksanaan ritual adat ini sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya daerah,” kata Wabup Dodo di Kuala Kapuas, Selasa.
Hal itu disampaikannya, saat menghadiri pembukaan Ritual Adat Balian dan Mamapas Lewu Kabupaten Kapuas Tahun 2026 di Balai Basarah Agama Hindu Kaharingan Jalan Melati Kuala Kapuas.
Kegiatan ini dilaksanakan, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, Sekretaris Daerah Kapuas Usis I. Sangkai, unsur Forkopimda Kapuas, Ketua TP PKK Kapuas, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kapuas, sejumlah kepala perangkat daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan visi Kapuas ‘Bersinar’, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, dan inovasi agar mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
“Kegiatan ini diharapkan dapat terus dijaga dan dilestarikan tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya asli yang terkandung di dalamnya,” tuturnya.
Dodo juga berharap melalui kegiatan ini nilai-nilai adat dan budaya dapat terus diperkenalkan kepada generasi muda serta masyarakat luas, sehingga menjadi potensi kebudayaan dan pariwisata daerah yang dapat dikembangkan.
Baca juga: Kebakaran di Kapuas hanguskan tujuh rumah, 19 warga terdampak
“Mari kita bersama-sama melestarikan dan memajukan adat budaya daerah sebagai jati diri kita serta wujud kecintaan terhadap kearifan lokal warisan nenek moyang,” demikian Dodo.
Sementara Ritual Adat Balian dan Mamapas Lewu merupakan salah satu tradisi yang memiliki makna spiritual dan budaya dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari kekayaan budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kapuas berharap pelestarian adat dan budaya dapat terus berjalan seiring dengan pembangunan daerah, serta memberikan kontribusi positif dalam memperkuat identitas dan daya tarik Kabupaten Kapuas.
Sebelum memasuki lokasi kegiatan, Bupati Wiyatno, beserta rombongan meninjau rencana pembangunan Koperasi Merah Putih Kelurahan Selat Tengah sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat.
Peninjauan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan sebagai salah satu upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat.
Baca juga: 123 pelajar Kapuas ikuti seleksi Paskibraka 2026 berbasis digital
Baca juga: Hari Jadi Kapuas ke-220, DPRD apresiasi capaian pembangunan daerah
Baca juga: Gubernur Kalteng puji kemajuan Kapuas di usia 220 tahun
Pewarta : All Ikhwan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
