Logo Header Antaranews Kalteng

Tips menata ruang kerja WFH yang nyaman

Kamis, 2 April 2026 11:46 WIB
Image Print
Ilustrasi kerja dari rumah atau work from home (WFH). (ANTARA/Pexels/Vanessa Garcia)

Jakarta (ANTARA) - Desainer ruangan Melina Ardianti Hadiatmodjo menyampaikan kiat menata ruangan kerja di rumah yang kembali tren menyusul penetapan pola kerja fleksibel "Work from Home" (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap Jumat.

"Tidak semua orang punya ruangan khusus untuk bekerja, dan itu wajar. Yang penting adalah menemukan titik di rumah yang benar-benar membantu kamu fokus," ujar Melina dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu.

Melina menyarankan pekerja untuk memperhatikan kenyamanan jangka panjang. Pekerja sebaiknya tidak melakukan aktivitas kantor di atas tempat tidur karena khawatir posisi tersebut dapat memicu rasa kantuk.

Pekerja dapat menggunakan penopang bantal atau meja lipat untuk menjaga postur.

Pengaturan posisi duduk itu mencegah tubuh mudah lelah.

Pekerja dapat menggunakan sofa atau lantai selama terdapat penopang punggung. Pijakan kaki sederhana juga membantu tubuh tetap rileks.

Adapun cahaya alami merupakan pilihan terbaik untuk membantu meningkatkan konsentrasi di area kerja.

“Sudut kecil dengan pencahayaan tepat bisa berfungsi seefektif meja kantor, area gelap perlu tambahan lampu meja untuk membantu konsentrasi mata.pencahayaan tepat membangun suasana kerja yang lebih tenang,” kata Melina.

Bila bekerja di area terbuka seperti teras, pilih waktu yang lebih sepi. Informasikan jadwal rapat bold pada anggota keluarga lain. Pendekatan seperti itu dapat membuat alur kerja lebih lancar tanpa harus mengubah tata rumah.

Lebih lanjut, kata Melina, banyak rumah yang menggabungkan ruang makan, ruang keluarga, dan ruang kerja dalam satu area besar.

Ia mengatakan pembedaan kecil dapat membantu otak saat harus “mengganti mode” dari santai ke "mode bekerja" dan sebaliknya.

Karpet kecil, meja lipat, atau bahkan perubahan arah duduk bisa membantu memberi batas visual tersebut.

Bila semua ruangan terasa menyatu, kunci utamanya adalah ritual bereskan alat kerja setiap selesai. “Ini kiat sederhana, tapi sangat membantu memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi,” kata Melina.

Area terbatas harus mudah dibereskan agar hunian tetap terasa nyaman.

Kerapian meja dapat mempengaruhi konsentrasi, menurut Melina.

Ia menyarankan penggunaan wadah penyimpanan portabel agar dokumen tidak berserakan. Meja yang rapi membantu mengurangi kelelahan visual pada pekerja.

Selain itu, Melina menyarankan agar gangguan rumah menggunakan karpet atau tirai tebal. Melina menyarankan untuk menghentikan gangguan rumah menggunakan karpet atau tirai tebal.

Penyuara jemala (headset) dengan fitur (noise cancelling) membantu kelancaran rapat dare. Hal ini merespons kondisi rumah yang tidak selalu tenang.

Pekerja perlu membangun rutinitas kecil sebagai penanda awal dan akhir waktu kerja. Contohnya adalah menata meja selama satu menit sebelum mulai, membuat minuman favorit, atau memutar playlist tertentu sebagai sinyal “hari kerja dimulai”.

Setelah selesai bekerja, ia menyarankan rutinitas menyimpan alat kerja, mematikan lampu meja, atau keluar ke ruangan lain agar tubuh dan pikiran “ganti mode”.

“Rutinitas tidak perlu rumit, yang penting konsisten dan mengikuti ritme alami sehari-hari,” kata Melina.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026