Logo Header Antaranews Kalteng

Dirut ANTARA tekankan penguatan budaya literasi melalui peluncuran buku Asa Bafagih

Minggu, 5 April 2026 21:33 WIB
Image Print
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar (kanan) menyampaikan sambutan saat peluncuran buku diplomat sekaligus tokoh pers Indonesia Asa Bafagih di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Minggu (5/4/2026). Benny Siga Butarbutar menegaskan pentingnya buku berjudul Asa Bafagih: Kisah Hidup dan Kumpulan Tulisan itu tersebut sebagai upaya penguatan budaya literasi serta cerminan dari perjalanan hidup dan gagasan Asa Bafagih sebagai seorang tokoh yang turut mewarnai sejarah awal ANTARA serta menghadirkan nilai-nilai yang relevan bagi kehidupan masa kini. ANTARA FOTO/Robby Oktawianto/rwa. (ANTARA FOTO/Robby Oktawianto.)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menegaskan pentingnya penguatan budaya literasi melalui peluncuran buku “Asa Bafagih” yang digelar di ANTARA Heritage Center (AHC), Jakarta, Minggu.

“Buku karya Nabiel A Hayazeini bukan sekadar karya tulis, melainkan refleksi mendalam atas perjalanan hidup, pemikiran, dan kontribusi Asa Bafagih sebagai tokoh yang memiliki kedekatan kuat dengan dunia literasi, kebudayaan, dan ruang publik yang lebih luas,” kata Benny pada peluncuran tersebut.

Benny menyampaikan bahwa buku “Asa Bafagih” menjadi cerminan dari perjalanan hidup dan gagasan seorang tokoh yang turut mewarnai sejarah awal ANTARA, sekaligus menghadirkan nilai-nilai yang relevan bagi kehidupan masa kini.

Menurut Benny, sosok Asa Bafagih memiliki peran penting dalam sejarah pers nasional, khususnya pada masa sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ketika menjadi redaktur yang menerima naskah teks proklamasi dari Adam Malik untuk disebarluaskan kepada publik.

Lebih lanjut, Benny menekankan bahwa penyelenggaraan peluncuran buku di AHC memiliki makna simbolis yang kuat. Menurutnya, AHC bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi ruang hidup yang merawat budaya berpikir, berdialog, dan berdiskusi di tengah masyarakat, dan juga saksi bisu sejarah jurnalistik Indonesia.

“ANTARA Heritage Center adalah simbol transformasi dari budaya tutur menuju budaya tulis. Di sinilah gagasan didokumentasikan, dirawat, dan diwariskan melalui buku sebagai medium yang tidak lekang oleh waktu,” katanya.

Ia juga menilai kehadiran buku seperti “Asa Bafagih” menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi yang cepat namun kerap dangkal.

Buku, menurutnya, mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak, merenungkan makna, serta menggali nilai-nilai kehidupan secara lebih mendalam.

Dalam kesempatan tersebut, Benny turut memberikan apresiasi kepada penulis yang dinilai berhasil merangkai jejak pemikiran Asa Bafagih menjadi karya yang utuh dan bernilai, sekaligus memperkaya khazanah literasi nasional.

Peluncuran buku ini, lanjutnya, menjadi pertemuan antara sejarah, pemikiran, dan harapan, sekaligus momentum untuk meneguhkan kembali pentingnya literasi sebagai fondasi peradaban.

“Semoga buku ini dapat menjadi sumber inspirasi, memperluas perspektif, dan mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Benny.

Acara peluncuran dan diskusi buku tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Alwi Shihab, Okky Tirto, serta Hadi Nur Ramadhan, bersama keluarga besar Bafagih.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026