Logo Header Antaranews Kalteng

Asian Games 2026, PB ESI targetkan minimal lima medali

Kamis, 16 April 2026 18:31 WIB
Image Print
Ketua Harian Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Bambang Sunarwibawa berpidato dalam acara "Esports Indonesia Mendunia: Merayakan Prestasi di Panggung Dunia" di Jakarta, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Arindra Meodia/pri.

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menargetkan perolehan minimal lima medali pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 melalui partisipasi di sembilan nomor pertandingan.

Ketua Harian PB ESI Bambang Sunarwibawa mengatakan target tersebut disesuaikan dengan jumlah nomor yang diikuti Indonesia dari total 11 nomor yang dipertandingkan.

"Kita ada sembilan nomor pertandingan di Asian Games. Ini kita harapkan setidak-tidaknya dari sembilan nomor ini minimal lima kita mendapatkan prestasi, mendapatkan medali untuk kita bawa ke negara kita," kata Bambang di Jakarta, Kamis.

Indonesia memutuskan mengikuti sembilan nomor, yakni Gran Turismo 7, eFootball, PUBG Mobile, nomor Martial Arts (Street Fighter 6, Tekken 8, dan King of Fighters XV), Pokémon Unite, Identity V, Honor of Kings, Naraka, serta Mobile Legends: Bang Bang.

Sementara dua nomor lainnya, yakni League of Legends (PC) dan Puyo Puyo Champions (PC) tidak diikuti.


Pelatih kepala tim nasional esports Indonesia Richard Permana menyebut sejumlah nomor memiliki peluang meraih podium berdasarkan analisis awal.

"Di atas kertas kita punya nomor favorit, misalnya Mobile Legends, kita bisa cukup percaya diri, bisa finish podium, lalu ada PUBG Mobile, lalu ada Naraka, kami cukup optimistis, lalu ada eFootball, lalu kemungkinan juga Gran Turismo, semoga bisa podium finish," kata Richard.

Namun demikian, ia menilai persaingan di tingkat Asia tetap ketat dengan kehadiran negara-negara kuat seperti Jepang, China, dan Korea Selatan di berbagai nomor pertandingan.

Ia menambahkan, ketidakpastian komposisi peserta di tiap nomor juga menjadi tantangan tersendiri dalam memetakan peluang medali.

"Karena kita belum tahu, biasanya kalau multievent kita enggak tahu negara mana saja yang entry by number," ujar Richard mengenai persaingan dan potensi mendapatkan emas.

PB ESI saat ini juga terus mematangkan persiapan melalui program pemusatan latihan nasional guna meningkatkan kemampuan atlet.

"Kita berharap kita bisa segera membantu para atlet, kita develop di National Training Camp, karena kita punya satu will development yang kita percaya bisa sanggup membantu para atlet kita achieve peak performance mereka nanti di Aichi Nagoya di bulan September nanti," kata Richard.

Sementara itu, proses seleksi atlet untuk sebagian besar nomor telah rampung. Hanya dua nomor yang masih dalam tahap akhir seleksi, yakni Identity V dan Clash Royale, yang direncanakan digelar secara luring di Jakarta dalam waktu dekat.

Selain itu, Indonesia juga masih harus melalui babak kualifikasi di sejumlah nomor seperti Honor of Kings, PUBG Mobile, Mobile Legends, Naraka, dan Identity V sebelum memastikan tempat di babak utama.

Timnas esports Indonesia tidak berhasil membawa pulang medali dari Asian Games 2023 di Hangzhou, China.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026