
Raker LLAJ di Kalteng perkuat pilar keselamatan jalan menuju Smart City

Palangka Raya (ANTARA) - Rapat Kerja Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Raker LLAJ) Tingkat Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026 yang dilaksanakan di Aula Graha Bhayangkara Polda Kalteng, Kota Palangka Raya, Rabu, bertujuan memperkuat pilar keselamatan menuju Smart City atau Kota Cerdas, sebagai indikator keberhasilan menjadi pemantik semangat sekaligus contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas keamanan, ketertiban, dan keselamatan berlalu lintas.
Penilaian tersebut disampaikan Kepala Pusat Studi Ilmu Kepolisian, Chryshnanda Dwilaksana, usai menghadiri Raker LLAJ Tingkat Daerah Kalteng karena Kalteng telah menginspirasi daerah lain untuk duduk bersama, berdiskusi, dan menyatukan langkah antar pemangku kepentingan.
"Tentunya tujuannya sangat jelas meningkatkan kualitas keselamatan jalan serta memberikan pelayanan publik yang prima,” kata Chryshnanda.
Dia juga mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Provinsi Kalteng bersama Polda Kalteng dalam menggelar rapat kerja yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
"Forum ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah strategis untuk membangun kepedulian bersama terhadap keselamatan berlalu lintas," bebernya.
Baca juga: DLH Palangka Raya perkuat peran tokoh adat cegah karhutla
Chryshnanda mengungkapkan, tujuan utama forum itu adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas, menurunkan tingkat fatalitas korban, serta membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Ia juga menyoroti kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam merumuskan kebijakan yang dinilai tepat sasaran.
"Sinergi tersebut menjadi bukti keseriusan dalam menangani persoalan lalu lintas yang merupakan urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah," ucapnya.
Dia menambahkan, arah kebijakan pembangunan di Kalteng telah mengarah pada konsep kota cerdas (smart city) melalui pendekatan road safety policing.
Untuk mewujudkan kondisi lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar, diperlukan penguatan lima pilar utama keselamatan jalan, yakni manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, pengguna jalan yang berkeselamatan, serta sistem penanganan pascakecelakaan.
“Sinergitas ini bukan sekadar koordinasi teknis, tetapi wujud kepedulian terhadap nilai kemanusiaan. Kami ingin meningkatkan literasi lalu lintas agar masyarakat memiliki kesadaran dan tanggung jawab menjaga keselamatan diri dan orang lain,” demikian Chryshnanda.
Baca juga: DPD IMM Kalteng perkuat peran kader perempuan dalam penanganan kekerasan seksual
Baca juga: Palangka Raya dorong pemanfaatan AI untuk pengembangan ekonomi digital
Baca juga: Kemenkum minta industri musik daerah daftarkan karya sebagai HKI
Pewarta : Adi Wibowo
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
