
BPS Palangka Raya Turunkan 220 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026

Palangka Raya (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menurunkan sebanyak 220 mitra statistik untuk melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi 2026 secara door to door dengan sasaran seluruh pelaku usaha dari skala besar hingga mikro serta seluruh rumah tangga di wilayah setempat.
Kepala BPS Kota Palangka Raya Amos A Residul di Palangka Raya, Selasa, mengatakan semua dunia usaha, mulai dari skala besar, menengah sampai mikro akan didata.
"Seluruh rumah tangga juga menjadi sasaran pendataan. Jadi, 220 mitra statistik akan kami turunkan ke lapangan untuk melakukan pendataan secara door to door," tambahnya.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh petugas akan mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari penuh yang dilaksanakan dalam dua gelombang guna memastikan mereka memahami seluruh konsep dan mekanisme pelaksanaan sensus.
Pelatihan tersebut meliputi pemahaman mengenai konsep dan definisi Sensus Ekonomi, standar operasional prosedur (SOP) pendataan, tata cara wawancara, hingga simulasi praktik di lapangan agar petugas siap menjalankan tugasnya.
"Selama pelatihan, mereka akan diberikan pemahaman mengenai konsep sensus ekonomi, SOP pendataan, tata cara pelaksanaan di lapangan, termasuk latihan wawancara sehingga benar-benar siap saat melakukan pendataan nantinya," ucapnya.
Amos menjelaskan, informasi yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 cukup beragam, mulai dari karakteristik usaha, legalitas dan perizinan, kepemilikan aset, hingga data pendapatan dan pengeluaran pelaku usaha sepanjang tahun 2025.
Selain itu, pada pendataan rumah tangga juga akan dihimpun berbagai informasi terkait kondisi sosial ekonomi yang diperlukan untuk menghasilkan gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Palangka Raya.
"Melalui sensus ini kami ingin memperoleh data rinci mengenai struktur perekonomian Indonesia, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, industri, jasa, tenaga kerja, permodalan, ekonomi digital hingga aspek ekonomi lingkungan," ujarnya.
Baca juga: Wali Kota ajak UMKM Palangka Raya sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Amos menambahkan, seluruh mitra statistik yang direkrut telah melalui proses seleksi berupa tes kompetensi dan wawancara. Meski mayoritas berpendidikan sarjana, BPS juga melibatkan mitra berpengalaman yang memenuhi standar kemampuan meskipun berlatar belakang pendidikan SMA.
Untuk menjamin keamanan informasi masyarakat, BPS memastikan seluruh data individu yang dihimpun dilindungi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, dan sistem keamanannya diperkuat melalui enkripsi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sehingga tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang.
"Data yang disampaikan masyarakat bersifat rahasia dan tidak pernah kami rilis dalam bentuk data individu. Yang dipublikasikan hanya data agregasi atau data makro, sehingga masyarakat Kota Palangka Raya tidak perlu takut atau khawatir memberikan data kepada petugas sensus," demikian Amos.
Baca juga: Bupati Kotim minta warga sampaikan kondisi ekonomi riil saat Sensus Ekonomi
Baca juga: Bupati Shalahuddin ajak dunia usaha sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Baca juga: Sensus Ekonomi di Kobar pada Mei dan Juni fokus mendata usaha besar dan menengah
Pewarta : Rajib Rizali
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
