Kabut Asap Tipis Kembali Landa Muara Teweh
Selasa, 3 November 2015 10:47 WIB
Seorang warga berjalan menuju tempat tinggalnya di lanting (Bangunan terapung) di Sungai Barito yang tertutup kabut asap tipis di Muara Teweh, Selasa. (Foto Antara Kalteng/Kasriadi)
Muara Teweh (Antara Kalteng) - Wilayah Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kembali dilanda kabut asap tipis pada Selasa pagi, setelah sebelumnya sempat menghilang karena diguyur hujan.
"Kabut asap Selasa pagi ini kembali menyelimuti daerah ini, padahal kemarin sempat menghilang karena hujan," kata seorang warga Muara Teweh, Rahman di Muara Teweh.
Kepala Kelompok Tenaga Teknis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Muara Teweh Sunardi mengatakan, kabut asap kembali menyelimuti wilayah ini, Senin (2/11) menghilang.
Jarak pandang permukaan pada Selasa pagi sekitar 500 meter, sedangkan Senin (2/11) kabut asap sempat menghilang karena hujan ringan yang relatif lama dengan jarak pandang sejauh 9 kilometer.
"Kabut asap pada Selasa pagi kembali muncul, namun matahari masih bisa bersinar menembus kabut asap," katanya.
Sementara titik panas yang terdeteksi melalui satelit Terra/Aqua (NASA) pada Selasa (3/11) sampai pukul 05.00 WIB ada dua titik panas yaitu di wilayah Kecamatan Lahei.
Sebelumnya pada Senin (2/11) sampai pukul 05.00 WIB titik panas yang dipantau satelit itu sebanyak 17 titik api di wilayah lima kecamatan yakni Kecamatan Lahei ada lima titik panas, Lahei Barat sebanyak delapan, Montallat ada dua serta Teweh Selatan dan Teweh Tengah masing-masing satu titik api.
"Meski titik panas berkurang, namun titik api kembali menyelimuti daerah ini," ujar Sunardi.
"Kabut asap Selasa pagi ini kembali menyelimuti daerah ini, padahal kemarin sempat menghilang karena hujan," kata seorang warga Muara Teweh, Rahman di Muara Teweh.
Kepala Kelompok Tenaga Teknis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Muara Teweh Sunardi mengatakan, kabut asap kembali menyelimuti wilayah ini, Senin (2/11) menghilang.
Jarak pandang permukaan pada Selasa pagi sekitar 500 meter, sedangkan Senin (2/11) kabut asap sempat menghilang karena hujan ringan yang relatif lama dengan jarak pandang sejauh 9 kilometer.
"Kabut asap pada Selasa pagi kembali muncul, namun matahari masih bisa bersinar menembus kabut asap," katanya.
Sementara titik panas yang terdeteksi melalui satelit Terra/Aqua (NASA) pada Selasa (3/11) sampai pukul 05.00 WIB ada dua titik panas yaitu di wilayah Kecamatan Lahei.
Sebelumnya pada Senin (2/11) sampai pukul 05.00 WIB titik panas yang dipantau satelit itu sebanyak 17 titik api di wilayah lima kecamatan yakni Kecamatan Lahei ada lima titik panas, Lahei Barat sebanyak delapan, Montallat ada dua serta Teweh Selatan dan Teweh Tengah masing-masing satu titik api.
"Meski titik panas berkurang, namun titik api kembali menyelimuti daerah ini," ujar Sunardi.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dukung Indonesia bebas asap, PT KLR dan TSA gelar sosialisasidan pelatihan pengendalian karhutla
28 August 2025 10:48 WIB
Palangka Raya mulai diselimuti kabut asap, masyarakat diminta waspada
23 September 2024 20:59 WIB, 2024
Sukseskan upacara HUT RI, Kalteng siap amankan IKN dari dampak karhutla
05 June 2024 15:22 WIB, 2024
Semifinal Indonesia Masters sempat terhenti akibat kepulan asap diduga arus pendek listrik
27 January 2024 21:05 WIB, 2024
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Pelantikan pejabat dikeluhkan, Shalahuddin sebut media tetap bisa akses informasi
04 May 2026 14:07 WIB