Sawit Penyumbang Devisa Negara Terbesar
Jumat, 10 Juni 2016 22:28 WIB
Salah satu kawasan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah dilihat dari udara (FOTO ANTARA Kalteng/Kasriadi)
Jakarta (Antara Kalteng) - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mengungkapkan saat ini industri kelapa sawit menjadi penyumbang devisa terbesar di tengah penurunan ekspor nasional dalam dua tahun terakhir.
Ketua Umum Gapki Joko Supriyono di Jakarta, Jumat, menyatakan pada tahun lalu perolehan devisa dari ekspor produk kelapa sawit mencapai 18 miliar dolar AS mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang dapat mencapai 20-21 miliar dolar AS.
"Meskipun mengalami penurunan namun sumbangan ekspor dari industri kelapa sawit masih lebih bagus dibandingkan ekspor dari sektor migas yang juga mencapai 18 miliar dolar AS," ujarnya dalam acara Bincang-bincang Gapki dengan Media.
Selain menjadi penyumbang terbesar untuk ekspor nasional, lanjutnya, industri kelapa sawit hingga saat ini menjadi sektor yang mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan petani serta mampu mendukung terhadap pembangunan daerah.
"Oleh karena itu, tidak salah jika dikatakan industri sawit merupakan industri yang sangat penting bagi Indonesia," katanya.
Joko menyatakan sangat disayangkan kalau industri sawit yang sangat berperan penting dalam perekonomian nasional tersebut justru mengalami pelemahan terlebih lagi di saat situasi sekarang ini yang sulit.
Menurut dia, industri sawit nasional saat ini masih mendapatkan tantangan yang besar terutama gencarnya kampanye antisawit yang sengaja dilakukan kelompok tertentu.
Industri sawit, tambahnya, selalu diidentikkan dengan kerusakan lingkungan, penyumbang emisi gas rumah kaca, perusakan biodiversitas dan lain-lain yang negatif.
Namun demikian, Ketua Umum Gapki tersebut optimistis tahun ini industri sawit nasional akan mengalami pertumbuhan yang positif meskipun belum signifikan jika dibandingkan tahun lalu.
"Tahun lalu industri sawit mengalami kesulitan, tahun ini akan tumbuh meskipun belum pulih 100 persen. Ada tanda-tanda peningkatan," katanya.
Meskipun demikian, menurut Joko, hingga akhir tahun ini diharapkan industri sawit nasional tetap mampu memberikan nilai positif bagi perekonomian Indonesia.
Ketua Umum Gapki Joko Supriyono di Jakarta, Jumat, menyatakan pada tahun lalu perolehan devisa dari ekspor produk kelapa sawit mencapai 18 miliar dolar AS mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang dapat mencapai 20-21 miliar dolar AS.
"Meskipun mengalami penurunan namun sumbangan ekspor dari industri kelapa sawit masih lebih bagus dibandingkan ekspor dari sektor migas yang juga mencapai 18 miliar dolar AS," ujarnya dalam acara Bincang-bincang Gapki dengan Media.
Selain menjadi penyumbang terbesar untuk ekspor nasional, lanjutnya, industri kelapa sawit hingga saat ini menjadi sektor yang mampu menyerap tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan petani serta mampu mendukung terhadap pembangunan daerah.
"Oleh karena itu, tidak salah jika dikatakan industri sawit merupakan industri yang sangat penting bagi Indonesia," katanya.
Joko menyatakan sangat disayangkan kalau industri sawit yang sangat berperan penting dalam perekonomian nasional tersebut justru mengalami pelemahan terlebih lagi di saat situasi sekarang ini yang sulit.
Menurut dia, industri sawit nasional saat ini masih mendapatkan tantangan yang besar terutama gencarnya kampanye antisawit yang sengaja dilakukan kelompok tertentu.
Industri sawit, tambahnya, selalu diidentikkan dengan kerusakan lingkungan, penyumbang emisi gas rumah kaca, perusakan biodiversitas dan lain-lain yang negatif.
Namun demikian, Ketua Umum Gapki tersebut optimistis tahun ini industri sawit nasional akan mengalami pertumbuhan yang positif meskipun belum signifikan jika dibandingkan tahun lalu.
"Tahun lalu industri sawit mengalami kesulitan, tahun ini akan tumbuh meskipun belum pulih 100 persen. Ada tanda-tanda peningkatan," katanya.
Meskipun demikian, menurut Joko, hingga akhir tahun ini diharapkan industri sawit nasional tetap mampu memberikan nilai positif bagi perekonomian Indonesia.
Pewarta : Subagyo
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Beras dan cabai rawit jadi penyumbang inflasi di Kalteng selama Desember 2025
05 January 2026 14:46 WIB
Daging ayam ras dan bawang merah penyumbang terbesar deflasi Kalteng selama Juli 2024
01 August 2024 14:34 WIB, 2024
Daging ayam ras dan beras masih tetap menjadi penyumbang inflasi di Kalteng
01 April 2024 15:45 WIB, 2024
Daging ayam ras dan beras jadi penyumbang inflasi di Kalteng selama Januari 2024
01 February 2024 14:36 WIB, 2024
Legislator Kalteng minta lahan parkir dioptimalkan jadi penyumbang PAD
12 December 2023 17:29 WIB, 2023
BPS Kotim: Beras dan cabai rawit penyumbang tertinggi inflasi di Sampit
08 December 2023 17:21 WIB, 2023
Terpopuler - Perkebunan
Lihat Juga
Astra Agro dukung pembangunan berkelanjutan, tumbuh bersama masyarakat jadi fondasi utama
03 March 2026 21:02 WIB
TAPG perkuat pemberdayaan petani sawit lewat skema plasma satu atap di Sukamara
12 December 2025 6:41 WIB
China perkuat produksi "lumbung biji-bijian" dengan mesin tani modern di Heilongjiang
26 September 2025 14:01 WIB