Beras terkendali, tak lagi jadi penyumbang utama inflasi di Kalteng

id pemprov kalteng, dishanpang kalteng, beras, inflasi kalteng, kalteng, kalimantan tengah, gubernur kalteng, sugianto sabran

Beras terkendali, tak lagi jadi penyumbang utama inflasi di Kalteng

Foto Arsip - Pemantauan ketersediaan dan harga pangan di Pasar Besar Palangka Raya. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)

Palangka Raya (ANTARA) -
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran beserta jajaran berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan dan keamanan pangan daerah, termasuk di antaranya komoditas utama pangan strategis yakni beras.
 
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan saat ini komoditas beras kian terkendali sehingga kini tak lagi menjadi penyumbang utama atau terbesar terhadap inflasi daerah.
 
"Kondisi tersebut bisa kita lihat dan bandingkan antara inflasi pada November 2023 dengan Desember 2023," terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpang) Kalimantan Tengah Riza Rahmadi di Palangka Raya, Sabtu.
 
Dia menjabarkan pada November 2023 untuk inflasi sampel Kota Palangka Raya beras penyumbang terbesar ketiga yakni 0,07 persen dan Desember 2023 beras tak lagi masuk di antara komoditas penyumbang utama inflasi.
 
Kemudian untuk inflasi sampel Kota Sampit pada November 2023 beras menjadi penyumbang utama atau terbesar inflasi sebesar 0,090 persen, sedangkan Desember 2023 beras tetap menjadi komoditas penyumbang inflasi namun turun menjadi peringkat kelima yakni sebesar 0,030 persen.
 
Riza mengatakan berdasarkan data neraca pangan Kalimantan Tengah terkini untuk komoditas beras ketersediaan mencapai 55.453 ton dengan tingkat kebutuhan sekitar 4.366 ton, sehingga masih surplus sekitar 51.087 ton atau ketahanan stok hingga 13 minggu.

Baca juga: Pemprov Kalteng-ITB jalin kerja sama wujudkan pembangunan berkelanjutan
 
Sedangkan harga beras saat ini di sejumlah kota sampel inflasi di antaranya Palangka Raya, Sampit, Kapuas maupun Sukamara, untuk beras medium Rp13.000-Rp14.000 per kilogram dan beras premium rata-rata sekitar Rp16.000 per kilogram.
 
"Komoditas beras yang kian terkendali berkat upaya keras Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama lainnya melalui berbagai program dan kegiatan yang giat dilaksanakan di lapangan," jelasnya.
 
Riza mengatakan, program dan kegiatan tersebut baik yang digagas pemerintah pusat maupun provinsi yang dikolaborasikan serta dilaksanakan di tengah masyarakat.
 
Di antaranya seperti operasi pasar gerakan pangan murah, pasar penyeimbang, pasar murah, bantuan beras subsidi, bantuan pangan, serta lainnya.
 
Seperti pasar penyeimbang yang diselenggarakan secara berkelanjutan selama 2023 ke berbagai kota maupun kabupaten di Kalteng, melalui kegiatan ini pemprov menyediakan berbagai komoditas pangan yang nilainya telah disubsidi, seperti beras, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, serta lainnya.
 
"Pak Gubernur Sugianto Sabran terus berkomitmen untuk menyediakan akses pangan murah melalui pasar murah atau penyeimbang bagi masyarakat," jelasnya.
 
Program lainnya yang juga sangat mendukung pengendalian inflasi adalah penyediaan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Bulog.
 
Dari target penyaluran 14 ribu ton beras selama 2023, hingga 28 Desember 2023 tercatat Bulog mampu mendistribusikan beras SPHP kepada masyarakat hingga 14.564 ton lebih atau 104,03 persen. Beras SPHP yang dijual sekitar Rp55 ribu per lima kilogram terbukti mampu turut membantu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
 
Di sisi lain juga terlaksana penyaluran bantuan pangan cadangan beras pemerintah pada 2023 yang menyasar 110 ribu lebih penerima bantuan pangan. Setiap penerima bantuan setiap penyalurannya mendapatkan 10 kilogram beras dari pemerintah.