Infrastruktur jalan Pundu-Tumbang Samba harus segera diperbaiki
Minggu, 25 Maret 2018 16:20 WIB
Anggota Komisi B DPRD Kalteng, Edy Rosada. (Foto Koleksi Pribadi)
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah, Edy Rosada mengingatkan bahwa kerusakan infrastruktur jalan menghubungkan Desa Pundu dengan Tumbang Samba Kabupaten Katingan harus segera diperbaiki Pemerintah Provinsi agar kondisinya tidak semakin parah dan menyulitkan masyarakat melintasinya.
Keberadaan jalan dari Desa Pundu sampai Tumbang Samba itu sangat penting karena dipergunakan oleh sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kabupaten Katingan, kata Edy di Palangka Raya, Minggu.
"Kalau tidak segera diperbaiki, saya memperkirakan kerusakan tersebut dapat membuat sebagian besar wilayah di Katingan terancam terputus. Itu kenapa saya mengingatkan harus segera diperbaiki," tambah dia.
Wakil rakyat Kalteng dari daerah pemilihan I meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas ini mengaku mengetahui kerusakan di Desa Pundu sampai Tumbang Samba, tepatnya di km 5,5 tersebut karena diinformasikan masyarakat sekitar.
"Informasi dari masyarakat itu sudah saya teruskan ke Pemerintah Provinsi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kita berharap dalam waktu dekat ini sudah ada langkah untuk menanganinya," kata Edy.
Sementara itu Kepala Pelaksana Tugas (Plt) PUPR Kalteng Salahudin saat dihubungi menegaskan bahwa dirinya telah menurunkan tim untuk mencek langsung kerusakan infrastruktur struktur jalan menghubungkan Desa Pundu dengan Tumbang Samba.
Dia mengatakan hasil dari pengecekan tim tersebut nantinya menjadi acuan untuk mengambil langkah-langkah penanganan dan perbaikan. Sebab, dana untuk perawatan jalan ada disediakan dalam APBD 2018, sehingga tidak perlu menunggu lama untuk memperbaikinya.
"Tapi kan untuk memperbaikinya harus tahu bagaimana kondisinya, dibuat perencanaan, baru dilakukan perbaikan. Itu kenapa kita langsung turunkan Tim untuk melakukan pengecekan," kata Salahuddin.
Pemprov Kalteng di tahun 2018 ada mengalokasikan anggaran sebesar Rp11 miliar untuk biaya Pemeliharaan rutin sekaligus perbaikan infrastruktur jalan maupun jembatan. Anggaran sebesar Rp11 miliar tersebut dapat dipergunakan sewaktu-waktu dan dibagi ke beberapa wilayah yang kondisi infrastruktur jalan maupun jembatan milik Pemprov dalam kondisi rusak.
Pembagiannya yakni infrastruktur di sekitar Kabupaten Gunung Mas Rp2 miliar, Barito Selatan dan Barito Timur Rp2 miliar, Barito Utara dan Murung Raya sekitar Rp1 miliar lebih, Pulang Pisau dan Kapuas Rp2 miliar, Kotawaringin Barat dan Lamandau serta Sukamara Rp2 miliar, Katingan dan Kotawaringin Timur serta Seruyan Rp2 miliar, maupun pemeliharaan rutin jembatan Rp2 miliar.
Keberadaan jalan dari Desa Pundu sampai Tumbang Samba itu sangat penting karena dipergunakan oleh sebagian besar masyarakat yang tinggal di Kabupaten Katingan, kata Edy di Palangka Raya, Minggu.
"Kalau tidak segera diperbaiki, saya memperkirakan kerusakan tersebut dapat membuat sebagian besar wilayah di Katingan terancam terputus. Itu kenapa saya mengingatkan harus segera diperbaiki," tambah dia.
Wakil rakyat Kalteng dari daerah pemilihan I meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas ini mengaku mengetahui kerusakan di Desa Pundu sampai Tumbang Samba, tepatnya di km 5,5 tersebut karena diinformasikan masyarakat sekitar.
"Informasi dari masyarakat itu sudah saya teruskan ke Pemerintah Provinsi, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kita berharap dalam waktu dekat ini sudah ada langkah untuk menanganinya," kata Edy.
Sementara itu Kepala Pelaksana Tugas (Plt) PUPR Kalteng Salahudin saat dihubungi menegaskan bahwa dirinya telah menurunkan tim untuk mencek langsung kerusakan infrastruktur struktur jalan menghubungkan Desa Pundu dengan Tumbang Samba.
Dia mengatakan hasil dari pengecekan tim tersebut nantinya menjadi acuan untuk mengambil langkah-langkah penanganan dan perbaikan. Sebab, dana untuk perawatan jalan ada disediakan dalam APBD 2018, sehingga tidak perlu menunggu lama untuk memperbaikinya.
"Tapi kan untuk memperbaikinya harus tahu bagaimana kondisinya, dibuat perencanaan, baru dilakukan perbaikan. Itu kenapa kita langsung turunkan Tim untuk melakukan pengecekan," kata Salahuddin.
Pemprov Kalteng di tahun 2018 ada mengalokasikan anggaran sebesar Rp11 miliar untuk biaya Pemeliharaan rutin sekaligus perbaikan infrastruktur jalan maupun jembatan. Anggaran sebesar Rp11 miliar tersebut dapat dipergunakan sewaktu-waktu dan dibagi ke beberapa wilayah yang kondisi infrastruktur jalan maupun jembatan milik Pemprov dalam kondisi rusak.
Pembagiannya yakni infrastruktur di sekitar Kabupaten Gunung Mas Rp2 miliar, Barito Selatan dan Barito Timur Rp2 miliar, Barito Utara dan Murung Raya sekitar Rp1 miliar lebih, Pulang Pisau dan Kapuas Rp2 miliar, Kotawaringin Barat dan Lamandau serta Sukamara Rp2 miliar, Katingan dan Kotawaringin Timur serta Seruyan Rp2 miliar, maupun pemeliharaan rutin jembatan Rp2 miliar.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketua Puspa Barsel: Pengurus kecamatan diminta jalankan program hingga desa
19 March 2022 14:35 WIB, 2022
DPRD temukan proyek pembangunan tempat pelelangan ikan di Kumai bermasalah
09 May 2018 15:14 WIB, 2018
Astaga! PT SUS Abaikan Perintah Gubernur Terkait Pemberhentian Pembangunan Kereta Api?
06 June 2017 23:31 WIB, 2017
Terpopuler - Prov. Kalimantan Tengah
Lihat Juga
Gubernur Kalteng: Transformasi birokrasi agenda strategis dan tak bisa ditunda
18 February 2026 19:53 WIB
Pemprov Kalteng sediakan kanal pengaduan beri ruang aman bagi peserta didik
17 February 2026 16:26 WIB
DPRD Kalteng dampingi Katingan usulkan dua ruas jalan melalui Program Inpres
16 February 2026 16:36 WIB