
Stabilkan harga karet, anggota DPRD Kalteng ini usul pembentukan BPD

Kendala utama sulitnya naik harga Karet karena, permintaan Karet masih sangat terbatas karena kebanyakkan hanya bahan baku pembuatan Ban Mobil/Motor...
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Legislator Kalimantan Tengah Edy Rosada mengusulkan agar Pemerintah Pusat bersama provinsi dan kabupaten/kota membentuk Badan Penyangga Daerah (BPD) khusus karet yang bertugas mengendalikan dan menstabilkan harga karet.
Sekarang ini harga getah karet sangat murah yakni dikisaran Rp6 ribu hingga Rp7 ribu per kilogram sehingga kurang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang bergantung pada komoditas ini, kata Edy di Palangka Raya, Minggu.
"Harga seperti ini masih jauh dari harapan masyarakat untuk hidup sejahtera, karena kirasan harga tersebut masih sangat rendah, belum sebanding dengan harga Beras atau Gula yang mencapai Rp9 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram," bebernya.
Anggota Komisi B DPRD Kalteng menyebutkan, pemerintah daerah di provinsi ini tidak bisa bergerak sendiri dalam menstabilkan harga getah karet. Sebab, kendala selama ini keuangan daerah masih belum siap dari segi pendanaan untuk menstabilkan harga Karet di tengah masyarakat.
Dia mengatakan Pemerintah Daerah paling sanggup membeli puluhan ton Karet, dan juga kendalanya mereka beli dengan harga tinggi menjual dengan harga rendah. Sementara untuk mengendalikan dan menstabilkan harga getah karet memerlukan dana yang cukup besar.
"Kendala utama sulitnya naik harga Karet karena, permintaan Karet masih sangat terbatas karena kebanyakkan hanya bahan baku pembuatan Ban Mobil/Motor. Berbeda dengan CPO yang banyak produk turunannya sehingga selalu banyak permintaan dan harganya pun cukup stabil bahkan tinggi," ucapnya.
Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalteng I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas ini mengatakan keberadaan BPD khusus karet ini lah nantinya yang mengupayakan bagaimana agar harga getah karet bisa tetap stabil dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Dia mengatakan kenggulan getah karet sebenarnya ada karena dari beberapa dekade selalu dibutuhkan dan tetap menjadi salah satu usaha masyarakat pedesaan saat ini. Apalagi petani getah karet hingga saat ini masih banyak.
"Harga Karet kadang memang bisa naik turun, tergantung permintaan Negara misalnya Thailand. Kalau di Thailand musim hujan dimana petani disana tidak bisa menyadap Karet. Maka terpaksa mereka minta Impor Karet dari Indonesia, sehingga harga Karet bisa naik," demikian Edy.
Pewarta : Jaya Wirawana Manurung
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
