Program imunisasi MR Palangka Raya diperpanjang
Rabu, 26 September 2018 15:42 WIB
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo. (Foto Antara Kalteng/Adi Wibowo).
Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengatakan capaian imunisasi measles dan rubella (MR) di daerah setempat mencapai 54,3 persen.
"Cakupan imunisasi MR di Kota Palangka Raya sampai saat ini adalah 54,3 persen dari total sebanyak 65.703 sasaran imunisasi," kata Andjar di Palangka Raya, Rabu.
Ia menambahkan, program imunisasi MR di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah yang rencananya dilaksanakan pada Agustus hingga September 2018 diperpanjang selama sebulan.
Andjar mengatakan, selama Agustus lalu imunisasi difokuskan di sekolah-sekolah kemudian September ini difokuskan di puskesmas, puskesmas pembantu dan posyandu.
"Namun mungkin karena capaian target imunisasi MR secara nasional di bawah target maka kementerian kesehatan menetapkan program ini diperpanjang hingga akhir Oktober 2018. Padahal target minimal pelaksanaan imunisasi ialah 95 persen dari total sasaran," kata Andjar.
Menurut dia, masih rendahnya capaian imunisasi MR itu karena masih ada sejumlah masyarakat yang menunda bahkan menolak dilakukan imunisasi.
Di antara alasan penolakan itu karena ketakutan imunisasi akan berdampak negatif terhadap anak, kemudian juga kurang pahamnya masyarakat terkait program dan manfaat vaksisansi MR.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan pendekatan agar seluruh masyarakat sasaran yakni usia sembilan bulan hingga 15 tahun di kota setempat dilakukan vaksin MR.
"Kita terus melakukan pendekatan, memberikan pemahaman tentang pentingnya vaksin MR ini. Bagi yang belum vaksin akan kita berikan nanti di akhir September. Bisa juga dilakukan usai September. Tergantung keadaan," kata Andjar.
"Cakupan imunisasi MR di Kota Palangka Raya sampai saat ini adalah 54,3 persen dari total sebanyak 65.703 sasaran imunisasi," kata Andjar di Palangka Raya, Rabu.
Ia menambahkan, program imunisasi MR di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah yang rencananya dilaksanakan pada Agustus hingga September 2018 diperpanjang selama sebulan.
Andjar mengatakan, selama Agustus lalu imunisasi difokuskan di sekolah-sekolah kemudian September ini difokuskan di puskesmas, puskesmas pembantu dan posyandu.
"Namun mungkin karena capaian target imunisasi MR secara nasional di bawah target maka kementerian kesehatan menetapkan program ini diperpanjang hingga akhir Oktober 2018. Padahal target minimal pelaksanaan imunisasi ialah 95 persen dari total sasaran," kata Andjar.
Menurut dia, masih rendahnya capaian imunisasi MR itu karena masih ada sejumlah masyarakat yang menunda bahkan menolak dilakukan imunisasi.
Di antara alasan penolakan itu karena ketakutan imunisasi akan berdampak negatif terhadap anak, kemudian juga kurang pahamnya masyarakat terkait program dan manfaat vaksisansi MR.
Untuk itu, pihaknya terus melakukan pendekatan agar seluruh masyarakat sasaran yakni usia sembilan bulan hingga 15 tahun di kota setempat dilakukan vaksin MR.
"Kita terus melakukan pendekatan, memberikan pemahaman tentang pentingnya vaksin MR ini. Bagi yang belum vaksin akan kita berikan nanti di akhir September. Bisa juga dilakukan usai September. Tergantung keadaan," kata Andjar.
Pewarta : Rendhik Andika
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Kota Palangkaraya
Lihat Juga
Satreskoba Polresta Palangka Raya ringkus terduga pengedar 135 paket sabu
30 September 2026 11:25 WIB
Tulang ikan tongkol diolah jadi bahan tambalan gigi, mahasiswa FK UPR raih juara II internasional
28 September 2026 16:15 WIB
Imigrasi Palangka Raya perkuat sinergi pengawasan orang asing di Barito Timur
28 September 2026 12:37 WIB
Diduga lecehkan penyanyi band, pria di Palangka Raya didenda adat Rp12,5 juta
25 September 2026 21:25 WIB
Palangka Raya tambah anggaran penanganan karhutla Rp4,8 miliar pada APBD-P
25 September 2026 16:25 WIB