Vodafone keluar dari Asosiasi Libra, proyek mata uang kripto Facebook
Rabu, 22 Januari 2020 11:24 WIB
Layanan telepon Vodafone (ANTARA News)
Jakarta (ANTARA) - Vodafone Group, perusahaan telekomunikasi dari Inggris Raya, keluar dari Asosiasi Libra, proyek mata uang kripto yang digagas Facebook.
"Kami akan terus memantau perkembangan Asosiasi Libra dan tidak menutup kemungkinan akan ada kerja sama lainnya di masa mendatang," kata Vodafone, dikutip dari Reuters, Rabu.
Asosiasi Libra, perkumpulan perusahaan yang mendukung mata uang kripto Libra yang digagas Facebook, ditinggal para anggotanya meski pun Libra belum meluncur.
Oktober lalu, Asosiasi Libra dengan anggota yang masih ada mengadakan pertemuan di Swiss yang membahas pasal-pasal interim bagaimana pengaturan organisasi untuk memenuhi persyaratan dapat beroperasi di negara tersebut.
Baca juga: Proyek mata uang kripto Libra Facebook gagal penuhi persyaratan
Sejumlah perusahaan besar yang menyokong proyek tersebut keluar sejak tahun lalu, Visa Inc dan Mastercard Inc menjadi beberapa pemain yang keluar lebih dulu dari Asosiasi Libra.
Ebay Inc, PayPal Holding Inc, dan Booking juga undur diri dari Asosiasi Libra.
Meski pun ditinggal nama-nama besar pendukungnya, Facebook Inc tahun lalu menyatakan yakin Libra masih akan mendapat dukungan dari sektor keuangan. Libra dijadwalkan muncul pertengahan tahun ini.
Regulator keuangan mengkritik rencana Facebook membuat mata uang kripto Libra karena khawatir dapat merusak sistem keuangan global dan dapat disalahgunakan untuk pencucian uang.
Baca juga: Facebook yakin masih ada yang mendukung Libra
Baca juga: Sejumlah pendukung tinggalkan Asosiasi Libra Facebook
Baca juga: Mark Zuckerberg akan disidang gara-gara Libra
"Kami akan terus memantau perkembangan Asosiasi Libra dan tidak menutup kemungkinan akan ada kerja sama lainnya di masa mendatang," kata Vodafone, dikutip dari Reuters, Rabu.
Asosiasi Libra, perkumpulan perusahaan yang mendukung mata uang kripto Libra yang digagas Facebook, ditinggal para anggotanya meski pun Libra belum meluncur.
Oktober lalu, Asosiasi Libra dengan anggota yang masih ada mengadakan pertemuan di Swiss yang membahas pasal-pasal interim bagaimana pengaturan organisasi untuk memenuhi persyaratan dapat beroperasi di negara tersebut.
Baca juga: Proyek mata uang kripto Libra Facebook gagal penuhi persyaratan
Sejumlah perusahaan besar yang menyokong proyek tersebut keluar sejak tahun lalu, Visa Inc dan Mastercard Inc menjadi beberapa pemain yang keluar lebih dulu dari Asosiasi Libra.
Ebay Inc, PayPal Holding Inc, dan Booking juga undur diri dari Asosiasi Libra.
Meski pun ditinggal nama-nama besar pendukungnya, Facebook Inc tahun lalu menyatakan yakin Libra masih akan mendapat dukungan dari sektor keuangan. Libra dijadwalkan muncul pertengahan tahun ini.
Regulator keuangan mengkritik rencana Facebook membuat mata uang kripto Libra karena khawatir dapat merusak sistem keuangan global dan dapat disalahgunakan untuk pencucian uang.
Baca juga: Facebook yakin masih ada yang mendukung Libra
Baca juga: Sejumlah pendukung tinggalkan Asosiasi Libra Facebook
Baca juga: Mark Zuckerberg akan disidang gara-gara Libra
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Fantastis! Rp214 miliar disita dalam kasus korupsi lahan transmigrasi Kaltim
26 March 2026 22:13 WIB
Bupati Kotim apresiasi PT BGA Group tampilkan produk binaan lokal di Sampit Expo
10 January 2026 21:48 WIB
IWPG dan Lentera Kartini gelorakan semangat perempuan Kotim wujudkan perdamaian berkelanjutan
30 October 2025 15:53 WIB
Pemkab Lamandau perkuat sinergi dengan swasta optimalkan pembangunan kesehatan
12 September 2025 13:06 WIB