Disdik Seruyan minta anak ikuti PAUD minimal setahun
Senin, 5 Oktober 2020 14:39 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Seruyan Masrohim (batik biru) di Kuala Pembuang, baru-baru ini.ANTARA-HO-Dokumentasi Pribadi.
Kuala Pembuang, Seruyan (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan Seruyan, Kalimantan Tengah, Masrohim mengingatkan sekaligus meminta seluruh orangtua yang ada di wilayah setempat, agar mengikut sertakan anak-anaknya pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK).
Keikutsertaan anak-anak di PAUD ataupun TK merupakan persiapan sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni Sekolah Dasar (SD), kata Masrohim di Kuala Pembuang, Senin.
"Pendidikan sebelum SD itu diharapkan bisa dilaksanakan minimal selama setahun, karena pendidikan ini sangat penting untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi," tambahnya.
Seiring dengan hal tersebut, dirinya sangat mengharapkan kepada seluruh orang tua yang ada di Bumi Gawi Hantantiring untuk bisa menyekolahkan anaknya di pendidikan usia dini sebelum nantinya berlanjut ke jenjang SD.
"Sebenarnya kami sudah ada regulasinya tentang anak itu bisa mengikuti pendidikan usia dini atau pra SD setidaknya atau minimal satu tahun, dan tentunya kita sangat mengharapkan hal itu dari kesadaran orang tua anak," jelasnya.
Menurut dia, tujuan dari anak mengikuti pendidikan usia dini tersebut yakni diharapkan mampu memberikan kemampuan komunikasi, bersosialisasi dan bisa membuat anak menemukan jati dirinya.
Baca juga: Bupati Seruyan serahkan ratusan paket APD COVID-19 ke atlet
Kemudian, pendidikan di usia dini juga diharapkan tidak memfokuskan pada akademik, melainkan penekanan seperti memberikan ruang bermain bagi anak, bercerita, sehingga mampu membentuk karakter anak yang percaya diri.
"Jangan memfokuskan pada akademik seperti membaca dan yang lain karena itu belum saatnya, biarkan mereka bisa bermain, bernyanyi, bercerita bersosialisasi dengan teman sebaya dan sebagainya, karena hal-hal tersebut akan berpengaruh terhadap beban anak," harapnya.
Ia menambahkan, pihak pendidikan juga jangan sampai terlalu membebankan biaya mahal dalam pendidikan, hal tersebut akan menyulitkan masyarakat.
"Kalau yang tidak mampu gratiskan saja, nanti setelahnya bisa diberitahukan ke Dinas Pendidikan agar bisa ditindaklanjuti untuk solusinya," demikian Masrohim.
Baca juga: Ketua DPRD Seruyan terobos banjir salurkan bantuan kepada masyarakat
Baca juga: Pacu peningkatan kompetensi ASN Seruyan melalui ujian dinas
Baca juga: Bupati Seruyan serahkan bantuan santunan duka cita sebesar Rp25juta
Keikutsertaan anak-anak di PAUD ataupun TK merupakan persiapan sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yakni Sekolah Dasar (SD), kata Masrohim di Kuala Pembuang, Senin.
"Pendidikan sebelum SD itu diharapkan bisa dilaksanakan minimal selama setahun, karena pendidikan ini sangat penting untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi," tambahnya.
Seiring dengan hal tersebut, dirinya sangat mengharapkan kepada seluruh orang tua yang ada di Bumi Gawi Hantantiring untuk bisa menyekolahkan anaknya di pendidikan usia dini sebelum nantinya berlanjut ke jenjang SD.
"Sebenarnya kami sudah ada regulasinya tentang anak itu bisa mengikuti pendidikan usia dini atau pra SD setidaknya atau minimal satu tahun, dan tentunya kita sangat mengharapkan hal itu dari kesadaran orang tua anak," jelasnya.
Menurut dia, tujuan dari anak mengikuti pendidikan usia dini tersebut yakni diharapkan mampu memberikan kemampuan komunikasi, bersosialisasi dan bisa membuat anak menemukan jati dirinya.
Baca juga: Bupati Seruyan serahkan ratusan paket APD COVID-19 ke atlet
Kemudian, pendidikan di usia dini juga diharapkan tidak memfokuskan pada akademik, melainkan penekanan seperti memberikan ruang bermain bagi anak, bercerita, sehingga mampu membentuk karakter anak yang percaya diri.
"Jangan memfokuskan pada akademik seperti membaca dan yang lain karena itu belum saatnya, biarkan mereka bisa bermain, bernyanyi, bercerita bersosialisasi dengan teman sebaya dan sebagainya, karena hal-hal tersebut akan berpengaruh terhadap beban anak," harapnya.
Ia menambahkan, pihak pendidikan juga jangan sampai terlalu membebankan biaya mahal dalam pendidikan, hal tersebut akan menyulitkan masyarakat.
"Kalau yang tidak mampu gratiskan saja, nanti setelahnya bisa diberitahukan ke Dinas Pendidikan agar bisa ditindaklanjuti untuk solusinya," demikian Masrohim.
Baca juga: Ketua DPRD Seruyan terobos banjir salurkan bantuan kepada masyarakat
Baca juga: Pacu peningkatan kompetensi ASN Seruyan melalui ujian dinas
Baca juga: Bupati Seruyan serahkan bantuan santunan duka cita sebesar Rp25juta
Pewarta : Radianor
Editor : Admin 3
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dinkes Gumas perkuat kompetensi tenaga kesehatan hadapi potensi bencana dan KLB
08 May 2026 17:32 WIB
Terpopuler - Seruyan
Lihat Juga
Komitmen membangun daerah, PT Indotruba Tengah serahkan bantuan melalui program CSR
08 April 2026 16:05 WIB
OJK-Pemkab Seruyan tingkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang keuangan syariah
19 September 2025 7:32 WIB
Kapolres Seruyan cari akar permasalahan pencurian sawit di perusahaan
30 January 2025 16:54 WIB, 2025
Kembali gelar reses, DPRD Seruyan serap aspirasi pembangunan di Sungai Perlu
23 January 2025 13:39 WIB, 2025